Lantik Pejabat Eselon II, Hendrik Lewerissa Tegaskan Evaluasi dan Target Kinerja Pemerintahan
Spektroom - Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa, melantik dan mengukuhkan 10 pejabat tinggi pratama (Eselon II) Pemerintah Provinsi Maluku di Lantai VII Kantor Gubernur, Jumat (20/02/2026).
Pelantikan dilakukan berdasarkan hasil uji kompetensi dan seleksi terbuka, dengan penegasan bahwa jabatan diberikan kepada figur yang dinilai paling layak dan kompeten.
Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa para pejabat yang dilantik harus mampu bekerja kolaboratif, baik secara internal birokrasi maupun dengan pemangku kepentingan eksternal.
Hendrik Lewerissa, mengingatkan agar tidak ada ego sektoral yang mengganggu sinergi pemerintahan dalam mendukung visi-misi pembangunan daerah Lawamena.
“Hari ini tepat satu tahun saya dan Wakil Gubernur memimpin Maluku. Ini momentum untuk melangkah lebih terarah, dengan tim yang solid dan profesional,” tegasnya.
Menurut Gubernur, sejumlah capaian telah diraih selama setahun terakhir. Pertumbuhan ekonomi Maluku disebut berada di atas rata-rata nasional, angka stunting terus menurun, inflasi terkendali, tingkat pengangguran berkurang, serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) meningkat.
Maluku juga meraih sejumlah penghargaan nasional, termasuk capaian Monitoring Center for Prevention (MCP) yang kini berada di zona hijau setelah bertahun-tahun berada di zona merah.
Meski demikian, ia mengakui masih banyak pekerjaan rumah yang belum terselesaikan. Karena itu, dirinya meminta dukungan seluruh aparatur dan stakeholder, sembari menegaskan komitmen untuk bekerja lebih keras.
Terkait masa jabatan pejabat, Gubernur menjelaskan bahwa evaluasi dilakukan minimal setiap enam bulan sesuai norma kepegawaian ,sebagai Pejabat Pembina Kepegawaian, memiliki kewenangan dan diskresi untuk melakukan evaluasi dan mengambil keputusan apabila dianggap perlu, tetap berpedoman pada aturan yang berlaku.
Pemerintah Provinsi Maluku memanfaatkan forum itu untuk mempresentasikan rencana pembangunan pelabuhan terintegrasi guna menarik minat investor, termasuk lembaga internasional dan sektor swasta.
Menurutnya, presentasi tersebut mendapat respons positif dan dukungan dari sejumlah pihak, termasuk Bappenas.
Hendrik Lewerissa juga menegaskan bahwa perjalanan dinas bukanlah wisata, melainkan bentuk pengabdian untuk kepentingan daerah.
“Perjalanan 20 sampai 24 jam dengan kondisi cuaca ekstrem bukan perjalanan wisata. Ini kerja dan pengabdian untuk Maluku,” ujarnya.
Terkait rencana pembangunan pelabuhan terintegrasi, Gubernur menjelaskan bahwa penentuan lokasi berdasarkan studi kelayakan ilmiah. Pulau Ambon dinilai paling ideal karena memiliki Pelabuhan Yos Sudarso dan Bandara Internasional Pattimura sebagai pintu masuk distribusi logistik.
Namun, keputusan akhir tetap berada pada lembaga pembiaya proyek berdasarkan kajian teknis.
Dirinya menekankan bahwa lokasi di mana pun di wilayah Maluku tidak menjadi persoalan, selama proyek tersebut mampu menjadikan Maluku sebagai hub logistik Indonesia Timur dan kawasan sekitarnya.

Berikut 10 nama pejabat eselon II yang dilantik, Faradilla Attamimi – Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda Provinsi Maluku,
Dominggus Nicodemus Kaya – Asisten Administrasi Umum Sekda Provinsi Maluku,
Yahya Kotta – Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM.
Selanjutnya Farhatun Rabiah Samal – Sekretaris DPRD Provinsi Maluku, Djalaludin Salampessy – Kepala Badan Pendapatan Daerah Provinsi Maluku, Abdulrachim Maruapey – Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah Provinsi Maluku, serta
Semuel Estefanus Huwae – Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Maluku.
Kemudian Raden Affandy Z. Hassannusi -Kepala Dinas Sosial Provinsi Maluku, Ina Wati Tahir – Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Maluku serta Titus Fransiscus L. Renwarin – Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Maluku
.(EM)