112 Karya Seni Ramaikan Pameran Art Edu Care - AEC #16, Di Solo

112 Karya Seni Ramaikan Pameran Art Edu Care - AEC #16, Di Solo
Pameran Karya Seni , Art Edu Care AEC #16, Di TBJT Surakarta Di Dominasi Karya Seni Partisipan, Kolaborasi dan Instalasi. ( Minggu 17/05/2026, Dan )

Solo - Spektroom : Ratusan Karya Seni ikut ambil bagian dalam pameran bertajuk Art Edu Care - AEC #16 yang diinisiasi Mahasiswa Program Studi Pendidikan Seni Rupa FKIP UNS Surakarya, di Taman Budaya Jawa Tengah TBJT Surakarta

Eksibisi bergengsi dari 15 hingga 19/05/2026 ini lebih didominasi karya karya seni partisipan, kolaboratif dan instlasi yang melibatkan banyak pihak.

Di Konfirmasi di lokasi Pameran ( Minggu, 17/05/2026 ) Ketua Umum Art Edu Care #16, Figur Rahman Fuad, menjelaskan esensi pameran melatih kebiasaan berkomunikasi langsung melalui media seni rupa, sebab Seni tidak hanya diposisikan sebagai benda mati yang dipajang, melainkan sebuah medium pembelajaran untuk saling mengenal dan membangun relasi sosial.

Selain itu, pengunjung pameran juga diajak aktif berinteraksi dan memberikan respons langsung terhadap karya yang tersaji.

"Format yang disajikan di Art Edu Care itu biasanya adalah karya-karya seni partisipatoris yang dibuat atas dasar kolaborasi dan melibatkan orang lain. Konsepnya supaya peristiwa seni itu tidak hanya jadi benda, melainkan menimbulkan peristiwa berkomunikasi, berelasi, saling mengenal, dan saling memberi kritik," ungkap Figur Rahman Fuad

Kolaborasi dalam pameran internasional ini melibatkan berbagai Perguruan Tinggi Negeri di Indonesia seperti UNJ, UPI, ISI Solo, UNY, hingga UN, serta institusi luar negeri seperti Universiti Malaysia Sabah dan komunitas pemberdayaan seni seperti Taring Padi dan Studio Eko Nugroho yang ikut berpartisipasi.

Yang menarik, panitia menyediakan tiket khusus bagi pengunjung untuk memilih karya favorit sebagai bentuk apresiasi langsung.

Sementara itu, Dekan FKIP UNS, Imam Sujadi, menyampaikan apresiasi mendalam atas konsistensi program studi seni rupa dalam menyelenggarakan agenda tahunan ini.

Dinilai pameran ini sangat menarik karena mampu memperlihatkan peta perkembangan proses berpikir manusia melalui seni dari berbagai tingkat usia sekolah hingga profesional.

Seni rupa kini bertransformasi menjadi sarana edukasi masyarakat yang sarat akan makna dan refleksi sosial.

"Kita akan melihat sebenarnya bagaimana potensi mereka seni rupa bukan hanya produk yang akan dilihat, tapi lebih cenderung pada bagaimana peningkatan proses berpikir mereka terhadap fenomena yang ada itu. Yang diharapkan adalah perenungan untuk tindak lanjut ke depan terkait dengan apa yang dia berikan kepada masyarakat," kata Imam Sujadi.

Berdasarkan data panitia,dari 112 karya seni yang di pamerkan 3 karya dari luar negeri dan 109 dalam negeri dengam rentang usia peserta sangat unik, mulai dari perupa cilik berusia 6 tahun hingga seniman senior berumur di atas 60 tahun.
(Dan)

Berita terkait