12 Karateka Shindoka Maluku Utara Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk di Ternate

12 Karateka Shindoka Maluku Utara Ikuti Ujian Kenaikan Sabuk di Ternate
Ujian Kenaikan Sabuk Perguruan Karate Shindoka Provinsi Maluku Utara (Foto:Spektroom/Nanang)

Ternate-Spektroom :Perguruan Karate Shitoryu Indonesia Karate-do (Shindoka) Provinsi Maluku Utara menggelar Ujian Kenaikan Sabuk bagi para atlet binaannya. Kegiatan yang dipusatkan di Kantor Subdenzibang, Kelurahan Kasturian, Kota Ternate, pada Sabtu (18/7/2026), ini diikuti oleh 12 karateka.

Ketua Perguruan Shindoka Provinsi Maluku Utara, Muaz Umasugi menyatakan, ujian ini merupakan program evaluasi rutin yang diselenggarakan setiap empat bulan sekali guna mengukur hasil latihan para atlet.

"Ada 12 karateka yang mengikuti ujian. Sebelumnya, mereka juga telah mengikuti tahapan Ghasuku," ujar Muaz

Adapun rincian peserta yang mengikuti kenaikan tingkat kali ini terdiri dari 5 karateka sabuk putih ke kuning, 2 orang kuning ke hijau, 1 orang hijau ke biru, dan 4 orang sabuk coklat kyu 1.

Ujian ini dipandu langsung oleh penguji Abd. Mufid Damran dan Kurniawati, serta dipantau langsung oleh Ketua MSH Shindoka, Grendy Marchellino Guswandi. Muaz berharap momentum ini dapat mematangkan persiapan fisik maupun mental para atlet sebelum menghadapi ujian selanjutnya di tahun 2026.

Di samping kegiatan ujian, Perguruan Shindoka Maluku Utara saat ini juga membuka kesempatan bagi masyarakat yang berminat mendalami olahraga bela diri tersebut. Pendaftaran latihan dibuka dan tidak dipungut biaya alias gratis

Berita terkait

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Perang Sunyi dari Pedalaman Kalimantan: Ketika Rakyat Landak Menumpahkan Darah demi Merah Putih

Oleh: Syafaruddin Daeng Usman Landak - Spektroom : Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dikumandangkan pada 17 Agustus 1945 di Jakarta. Namun bagi masyarakat Landak, wilayah pedalaman Kalimantan Barat yang saat itu terisolasi dari pusat informasi, kabar kemerdekaan tidak serta-merta tiba. Ketika berita itu akhirnya sampai, semangat mempertahankan republik yang baru lahir justru menyala

Apolonius Welly, Rafles