29 Kampung Iklim Terbentuk, Pemko Palangka Raya Dorong Kualitas dan Kenaikan Status Proklim

29 Kampung Iklim Terbentuk, Pemko Palangka Raya Dorong Kualitas dan Kenaikan Status Proklim
Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno:Proklim bukti nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan. (Foto: MC PRaya)

Palangka Raya-Spektroom : Upaya pengendalian perubahan iklim di Kota Palangka Raya terus diperkuat. Hingga tahun 2025, sebanyak 29 lokasi Program Kampung Iklim (Proklim) telah terbentuk, dengan dorongan peningkatan kualitas dan kategori sebagai fokus utama ke depan.

Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Palangka Raya, Untung Sutrisno, menyampaikan bahwa keberadaan puluhan lokasi Proklim tersebut menjadi bukti nyata keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan secara berkelanjutan.

“Keberhasilan ini tidak terlepas dari peran serta masyarakat yang terus berkomitmen menjaga lingkungan di wilayah masing-masing,” ujarnya saat Sosialisasi Proklim di Kelurahan Banturung, Kecamatan Bukit Batu, Rabu (29/4/2026).

Dari total 29 lokasi, terdiri atas 4 Proklim kategori utama, 23 kategori madya, dan 2 kategori pratama. Komposisi ini menunjukkan perkembangan positif, meski masih perlu dorongan untuk meningkatkan status ke tingkat yang lebih tinggi.

Tak hanya itu, Pemko Palangka Raya juga telah dua kali meraih penghargaan sebagai pembina Proklim pada 2022 dan 2024, sebagai bentuk pengakuan atas konsistensi pembinaan yang dilakukan.

Untung menegaskan, arah kebijakan masa yang akan datang tidak sekadar menambah jumlah lokasi, tetapi juga memperkuat kualitas implementasi di lapangan.

“Kita tidak hanya menambah lokasi, tetapi juga mendorong peningkatan kategori Proklim agar lebih berkembang dan berkelanjutan,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, Program Kampung Iklim di Palangka Raya diharapkan tidak hanya berkembang secara kuantitas, tetapi juga memberi dampak nyata terhadap ketahanan lingkungan dan kualitas hidup masyarakat. (Polin-Nitra/ndik)

Berita terkait

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan Perkuat Data dan Kolaborasi, Penanganan Stunting Ditargetkan Berdampak Nyata

Pekalongan-Spektroom: Pemerintah Kabupaten Pekalongan memperkuat penanganan stunting dengan menitikberatkan pada penggunaan data yang valid, evaluasi berkala, serta kolaborasi lintas sektor hingga tingkat desa. Langkah tersebut dilakukan agar program yang dijalankan tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi menghasilkan penurunan angka stunting secara nyata. Penegasan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Teknis dan

Sigit Budi Riyanto, Buang Supeno
Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Dorong Pariwisata Berbasis Komunitas, Desa Wisata Sleman Raih Dua Penghargaan DIY 2026

Bantul–Spektroom : Pengembangan pariwisata berbasis komunitas terus didorong Pemerintah Daerah Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Salah satunya melalui Lomba Desa/Kampung Wisata Tingkat DIY 2026 yang tidak hanya menilai daya tarik destinasi, tetapi juga tata kelola, dampak ekonomi, sosial budaya, serta keberlanjutan lingkungan. Dalam ajang tersebut, Kabupaten Sleman meraih dua penghargaan.

Fatmawaty, Bian Pamungkas
ссс