300 Brimob Dikerahkan, Kalbar Perkuat Barisan Hadapi Ancaman Karhutla

300 Brimob Dikerahkan, Kalbar Perkuat Barisan Hadapi Ancaman Karhutla
Kapolda Kalbar Albert Teddy Benhard Sianipar menyampaikan keterangan pers kepada media saat menerima BKO Personil Brimob Mabes Polri dan Polda Bali untuk tugas Karhutla di Kalbar. Foto: Apolo/Spektroom

Pontianak - Spektroom : Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Barat memasuki fase serius. Sebanyak 300 personel Bantuan Kendali Operasi (BKO) Brimob Polri diterjunkan untuk memperkuat penanganan karhutla di sejumlah wilayah rawan.

Ratusan personel tersebut tiba di Markas Komando Satuan Brimob Polda Kalbar, Selasa (25/8/2026) pagi. Kedatangan mereka disambut dalam apel penerimaan yang dipimpin Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar.

Personel BKO itu berasal dari Pasukan Pelopor II Korps Brimob Polri dan Satbrimobda Polda Bali. Mereka selanjutnya disebar ke delapan kabupaten prioritas, termasuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan karhutla tinggi seperti Ketapang hingga Melawi.

Kapolda Kalbar Irjen Pol. Alberd Teddy Benhard Sianipar menegaskan, penambahan kekuatan personel bukan sekadar memperbesar jumlah pasukan. Langkah tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat deteksi dini, pencegahan hingga penanganan karhutla agar dapat dilakukan lebih cepat dan efektif.

“Penguatan personel ini merupakan bagian dari misi kemanusiaan,” tegasnya.

Kapolda Kalbar Optimis Karhutla Kalbar akan terkendali. Foto : Spektroom

Menurutnya, personel yang diterjunkan harus mampu bekerja bersama seluruh unsur yang selama ini berada di garis depan penanganan karhutla. Mereka akan berkolaborasi dengan jajaran Polda Kalbar, TNI, BPBD, Manggala Agni serta para relawan.

Kehadiran 300 personel tersebut diharapkan mampu memberikan dampak langsung bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan kebakaran.

Karhutla tidak hanya menyebabkan kerusakan lahan, tetapi juga mengancam aktivitas dan kesehatan masyarakat. Asap yang ditimbulkan dapat mengganggu aktivitas anak-anak, mengancam produktivitas petani serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan bagi kelompok rentan.

Karena itu, tugas personel Brimob di lapangan tidak hanya berorientasi pada pemadaman api. Mereka juga dituntut membantu melindungi masyarakat dan mencegah api meluas.

Tugas tersebut bukan tanpa risiko. Para personel harus menghadapi panas, medan gambut yang sulit dijangkau hingga kelelahan selama operasi di lapangan. Mereka juga harus meninggalkan keluarga di daerah asal untuk menjalankan tugas negara.

Dengan kekuatan tambahan tersebut, pemerintah dan aparat penanggulangan bencana berharap penanganan karhutla di Kalimantan Barat dapat semakin optimal.

Bagi masyarakat yang hidup berdampingan dengan ancaman api setiap musim kemarau, kedatangan 300 personel Brimob bukan sekadar angka dalam sebuah operasi.

Mereka adalah tambahan kekuatan, perlindungan sekaligus harapan agar ancaman asap dan bara dapat segera dikendalikan.

Di tengah ancaman karhutla yang masih membayangi Kalimantan Barat, langkah ratusan personel Brimob menuju wilayah rawan menjadi bagian dari ikhtiar menjaga keselamatan masyarakat dan ruang hidup warga.

Berita terkait

Lanud Abd Saleh Jadi Titik Gerak Cepat, 200 Personel Satgas Karhutla Diterbangkan ke Kalbar

Lanud Abd Saleh Jadi Titik Gerak Cepat, 200 Personel Satgas Karhutla Diterbangkan ke Kalbar

Malang - Spektroom : Ketika kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) kembali mengancam Kalimantan Barat, Lanud Abdulrachman Saleh di Malang mengambil peran penting sebagai titik keberangkatan pasukan yang akan diterjunkan ke wilayah terdampak. Sebanyak 200 personel Satgas Penanggulangan Karhutla diberangkatkan dari Lanud Abdulrachman Saleh menuju Kalimantan Barat, Senin malam (24/8/2026)

Buang Supeno