438 Alumni Pascasarjana UMI Makasar Periode I Tahun 2026 Siap Mengikuti Prosesi Wisuda 16 April 2026

438 Alumni Pascasarjana UMI Makasar Periode I Tahun 2026 Siap Mengikuti Prosesi Wisuda 16 April 2026
Peserta ramah tamah calon wisudawan pascasarjana umi mendapat ucapan selamat dari Dir dan Asdir Pascasarjana umi. (Foto: Yahya Patta/Spektroom)

Makassar-Spektroom : Ramah Tamah & Silaturrahmi Alumni Program Pascasarjana Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar periode I tahun 2026 bertemakan: Mewujudkan Pascasarjana UMI sebagai pusat unggulan akademik berbasis nilai- nilai islam untuk kesejahteraan umat dilaksanakan di Makassar, Rabu (15/4/2026).

Direktur Program Pascasarjana UMI Makassar Dr. H. La Ode Husen SH. M.Hum mengatakan, peserta ramah tamah tercatat 438 orang dari Program Magister dan Doktor. Dari jumlah wisudawan tersebut ungkap Direktur PPs UMI Makassar, 2 diantaranya mahasiswa dari Qatar pada program Doktor ilmu Managemen dan Doktor ilmu Hukum dari Aljazair Afrika Utara.

Prof. Dr. H. La Ode Husen, SH M.Hum menambahkan, mereka yang diwisuda berasal dari berbagai profesi terdiri anggota Polri, unsur Pemerintah Daerah, Advocat dan profesi lainnya. Khusus unsur pemerintah daerah yaitu Bupati Luwu Timur Ir. Irwan Bakri Syam ST, MT IPM.

Rektor UMI Makassar Prof. Dr. H. Hambali Thalib SH, MH mengatakan, sebagai lembaga pendidikan tinggi Pascasarjana UMI Makassar terus memperlihatkan kiprahnya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang berkualitas. Diakui Rektor UMI Makasar, ada beberapa prodi baru di pasca sarjana yang siap menerima calon mahasiswa baru seperti prodi Kenotariatan dan Tekhnik Sipil untuk S3.

Karena itu Rektor UMI Makassar berharap kesempatan ini dimanfaatkan sebaik mungkin sebagai tempat menimba ilmu.

Ketua Pembina Yayasan Wakaf UMI Makassar, Prof. Dr.
H. Mansyur Ramly, SE. MSi mengatakan, Umi Makassar satu satunya Perguruan Tinggi pertama diluar pulau jawa yang berhasil meraih akreditasi unggul dan keberhasilan ini berhasil dipertahankan sampai 2 kali hingga tahun 2028. Keberhasilan ini jelas Prof. Dr Mansyur Ramly, SE, MSi dicapai tidak terlepas dari ketersediaan guru besar yang jumlahnya 115 orang, terbanyak dalam lingkup LL DIKTI Wilayah IX SubatarBatara.

Capaian jumlah guru besar yang mencapai 47 persen dari total guru besar dalam lingkup LL Dikti Wilayah IX Sultan Batara karena pihak pengelola sangat konsen menyiapkan tenaga pendidik yang lebih berkualitas.

Berita terkait

Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau akan Dibangun Tahun Anggaran 2026, Dimulai dari Tanjungpinang, Natuna dan Anambas

Sekolah Rakyat di Kepulauan Riau akan Dibangun Tahun Anggaran 2026, Dimulai dari Tanjungpinang, Natuna dan Anambas

Tanjungpinang-Spektroom : Persiapan Pembangunan Sekolah Rakyat (SR) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung oleh Guernur Kepri Ansar Ahmad. Rakor yang di langsungkan di Gedung Daerah Tanjungpinang, Senin (15/6/2026) dihadiri Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura, Kepala Dinas Sosial Kepri Mahadi Rahman serta seluruh

Desmawati, Rafles
Dari Kemitraan Strategis hingga IEU-CEPA, Presiden Steinmeier Optimistis Masa Depan Hubungan Indonesia–Jerman

Dari Kemitraan Strategis hingga IEU-CEPA, Presiden Steinmeier Optimistis Masa Depan Hubungan Indonesia–Jerman

Jakarta-Spektroom : Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat yang diberikan Presiden RI Prabowo Subianto dalam kunjungan kenegaraannya ke Indonesia. Hal itu disampaikan Presiden Republik Federal Jerman Frank-Walter Steinmeier pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (15/06/2026). "Dalam kesempatan tersebut,

Rafles