5,1 Juta Liter Air Bersih Mengalir, Pemprov Kalteng Jaga Kebutuhan Warga di Tengah Kekeringan

5,1 Juta Liter Air Bersih Mengalir, Pemprov Kalteng Jaga Kebutuhan Warga di Tengah Kekeringan
Suasana penyaluran air bantuan di Kabupaten Lamandau. (Foto: dok MMC KTg)

Palangka Raya-Spektroom : Ketika air bersih menjadi kebutuhan yang tak bisa ditunda, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus bergerak memastikan masyarakat di daerah yang mengalami keterbatasan pasokan tetap mendapatkan air untuk kebutuhan sehari-hari.

Hingga 29 September 2026, sedikitnya 5.135.050 liter air bersih telah disalurkan ke masyarakat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah. Penyaluran dilakukan secara bertahap dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan di lapangan.

Pada Selasa (29/9/2026) saja, sebanyak 294.100 liter air bersih kembali didistribusikan ke masyarakat di 11 kabupaten/kota, yakni Barito Timur, Pulang Pisau, Seruyan, Lamandau, Katingan, Murung Raya, Gunung Mas, Kotawaringin Barat, Sukamara, Kotawaringin Timur dan Kota Palangka Raya.

Kabupaten Kotawaringin Timur menjadi wilayah dengan distribusi terbesar pada penyaluran tersebut, mencapai 153.500 liter. Sementara Lamandau menerima 20.000 liter, Gunung Mas 24.800 liter, Seruyan 31.500 liter, serta sejumlah wilayah lainnya dengan volume yang disesuaikan kebutuhan masyarakat.

Bantuan itu menyentuh masyarakat di berbagai desa dan wilayah permukiman yang menghadapi keterbatasan air bersih. Di Pulang Pisau, misalnya, distribusi air diarahkan untuk memenuhi kebutuhan 75 kepala keluarga, sedangkan di Lamandau membantu 105 kepala keluarga.

Pemprov Kalteng bersama instansi dan pihak terkait terus memantau kondisi lapangan agar penyaluran dapat dilakukan sesuai kebutuhan. Data distribusi juga terus diperbarui seiring berlanjutnya pelayanan kepada masyarakat.

Di tengah kondisi kekeringan yang masih terjadi di sejumlah wilayah, air yang didistribusikan bukan sekadar hitungan liter. Bagi warga yang kesulitan mendapatkan air, setiap tangki yang datang berarti tersedianya kembali kebutuhan dasar untuk memasak, mencuci dan menjalani aktivitas sehari-hari.

Penyaluran air bersih tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah membantu masyarakat melewati kondisi kekeringan sekaligus memastikan kebutuhan dasar tetap terpenuhi. (Polin-IAQ)

Berita terkait