676 ribu Siswa Terima MBG, Sejumlah Dapur Masih Sesuaikan Data Sekolah

676 ribu Siswa Terima MBG, Sejumlah Dapur Masih Sesuaikan Data Sekolah
Koodinator BGN Kalbar Agus Kurniawi saat Sidak di Dapur MBG. (Foto: Apolo/Spektroom)

Pontianak-Spektroom : Program unggulan pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG), kembali menggeliat di Kalimantan Barat seiring dimulainya tahun ajaran baru 2026.

Sebanyak 676.606 siswa mulai menerima manfaat program tersebut melalui 341 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di 14 kabupaten dan kota.

Sidak dan kontrol terhadap sajian MBG. (Foto: Apolo/Spektroom)

Angka ini menempatkan Kalimantan Barat sebagai salah satu provinsi dengan cakupan penerima MBG terbesar di Indonesia.

Namun di balik masifnya distribusi, masih terdapat sejumlah dapur pelayanan yang belum dapat beroperasi penuh lantaran data peserta didik baru belum selesai diverifikasi.

Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Kalimantan Barat, Agus Kurniawi, mengungkapkan distribusi MBG sudah berjalan di sebagian besar wilayah.

Meski demikian, proses pendataan siswa baru di sejumlah sekolah masih menjadi kendala teknis yang harus segera dituntaskan.

“Masih ada beberapa SPPG yang belum distribusi karena data siswa belum selesai.

Beberapa sekolah masih melaksanakan proses penerimaan peserta didik baru sehingga data penerima manfaat masih dilakukan penyesuaian,” kata Agus.

Data BGN Kalbar menunjukkan Kota Pontianak menjadi episentrum program MBG dengan 122.454 penerima manfaat yang dilayani oleh 63 SPPG. Angka tersebut menjadi yang tertinggi di Kalbar.

Di posisi kedua terdapat Kabupaten Sambas dengan 104.566 penerima manfaat melalui 50 SPPG, disusul Ketapang sebanyak 78.802 penerima manfaat melalui 44 SPPG.

Kabupaten lain yang mencatat angka signifikan yakni Mempawah dengan 66.234 penerima manfaat, Kubu Raya 53.220 penerima manfaat, Landak 50.601 penerima manfaat, serta Sanggau sebanyak 49.571 penerima manfaat.

Sementara itu, distribusi juga menjangkau daerah lain seperti Singkawang (37.941 penerima manfaat), Kayong Utara (32.971), Sekadau (21.122), Sintang (7.622), Melawi (7.115), hingga Kapuas Hulu yang saat ini melayani 3.293 penerima manfaat melalui dua SPPG.

Masifnya pelaksanaan MBG di awal tahun ajaran menjadi ujian penting bagi pemerintah untuk memastikan rantai distribusi, kualitas makanan, hingga akurasi data penerima berjalan tanpa hambatan.

Sebab, program ini tidak hanya menyasar pemenuhan kebutuhan gizi siswa, tetapi juga menjadi instrumen strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia sejak usia sekolah.

Kini, perhatian tertuju pada sejumlah SPPG yang belum beroperasi penuh.

Pemerintah didorong bergerak cepat menyelesaikan sinkronisasi data peserta didik agar seluruh siswa yang berhak dapat segera menikmati program yang menjadi salah satu prioritas nasional tersebut.

Dengan cakupan hampir 700 ribu siswa, Kalimantan Barat sedang menunjukkan skala besar implementasi MBG.

Tantangannya kini bukan lagi memulai, melainkan memastikan tak ada satu pun anak sekolah yang tertinggal dari program makan bergizi gratis.

Berita terkait

Penyelesaian Infrastruktur Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kupang Dipastikan Berjalan Optimal

Penyelesaian Infrastruktur Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Kupang Dipastikan Berjalan Optimal

Kupang – Spektroom :  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo memastikan infrastruktur pendukung Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Kupang segera dituntaskan sebagai bagian dari percepatan operasional Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia. Salah satu fokus penyelesaian adalah peningkatan akses menuju kawasan sekolah, sehingga seluruh kegiatan belajar mengajar dapat berlangsung dengan aman dan

Nurana Diah Dhayanti