Akademisi Soroti Keselamatan Wisata dan Mendesaknya Transportasi Publik di Labuan Bajo

Akademisi Soroti Keselamatan Wisata dan Mendesaknya Transportasi Publik di Labuan Bajo
Pakar transportasi publik dari Unika Soegijapranata Semarang, Djoko Setijowarno. (Foto: Dok. Ciptati Handayani)

Surakarta – Spektroom: Predikat Labuan Bajo sebagai destinasi wisata superprioritas dan superpremium dinilai harus dibarengi dengan jaminan keselamatan wisatawan serta sistem transportasi publik yang memadai.

Tanpa pembenahan menyeluruh, reputasi salah satu ikon pariwisata nasional tersebut dikhawatirkan dapat tergerus akibat berbagai insiden yang terus berulang.

Pakar transportasi publik dari Unika Soegijapranata Semarang, sekaligus Dewan Penasihat Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI), Djoko Setijowarno, menilai sebuah destinasi wisata kelas dunia tidak hanya diukur dari keindahan alam maupun kemegahan fasilitasnya, tetapi juga dari kemampuan menjamin keselamatan setiap pengunjung.

Menurutnya, berbagai kecelakaan yang terjadi di kawasan wisata Labuan Bajo menunjukkan masih adanya celah dalam aspek keselamatan yang harus segera dibenahi. Salah satunya adalah peristiwa yang menewaskan dua wisatawan asal Austria setelah terjatuh di kawasan Air Terjun Cunca Wulang pada akhir Mei lalu.

“Sebagai destinasi wisata superprioritas, standar keselamatan harus menjadi prioritas utama. Akan sangat ironis jika destinasi berlabel superpremium justru membuat wisatawan merasa sedang mempertaruhkan nyawa,” ungkap Djoko dalam keterangannya kepada Spektroom, Rabu (3/6/2026).

Wisatawan asing menikmati air terjun Cunca Wulang yang dijuluki sebagai "Green Canyon" ala Flores. (Dok. Ciptati Handayani)

Djoko mengingatkan, apabila persoalan keselamatan tidak segera mendapat perhatian serius, bukan tidak mungkin kepercayaan wisatawan, khususnya mancanegara, akan menurun.

Padahal, wisatawan datang untuk menikmati keindahan alam dan budaya, bukan menghadapi risiko akibat lemahnya sistem keselamatan maupun infrastruktur pendukung.

Karena itu, pemerintah pusat dan daerah perlu mengalokasikan anggaran khusus yang fokus pada peningkatan standar keselamatan di seluruh kawasan wisata Labuan Bajo.

Hal itu juga dibutuhkan dukungan secara sinergis oleh kementerian dan lembaga terkait agar mampu memberikan perlindungan yang optimal bagi wisatawan.

Selain aspek keselamatan, Djoko juga menyoroti masih terbatasnya layanan transportasi umum yang terintegrasi di kawasan tersebut.

Saat ini layanan Angkutan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) baru melayani rute Bandara Komodo menuju kawasan wisata utama. Sementara kebutuhan mobilitas masyarakat lokal maupun wisatawan untuk menjangkau lokasi lain masih belum terakomodasi secara optimal.

“Pembenahan transportasi publik di Labuan Bajo harus segera dilakukan, karena selain untuk meningkatkan keselamatan wisatawan dan mengurangi ketergantungan pada moda transportasi informal, juga dapat memperluas aksesibilitas bagi warga lokal untuk bekerja, sekolah, maupun menjalankan aktivitas sehari-hari,” jelas dosen Program Studi Teknik Sipil Unika Soegijapranata ini.

Transportasi di Labuan Bajo. (Dok. Ciptati Handayani)

Pembenahan tersebut cukup penting, sekaligus dalam menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028 yang akan digelar di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Sebagai salah satu destinasi unggulan, Labuan Bajo diperkirakan akan mengalami peningkatan mobilitas manusia dalam jumlah besar, mulai dari atlet, ofisial, jurnalis hingga wisatawan.

“Momentum PON 2028 harus dimanfaatkan untuk membangun sistem transportasi publik yang modern dan terintegrasi. Jangan sampai infrastruktur yang sudah dibangun tidak didukung layanan transportasi yang memadai,” ujarnya.

Menurutnya, Labuan Bajo tidak boleh hanya dikenal sebagai destinasi wisata dengan hotel dan fasilitas premium, tetapi juga harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas. Pembenahan transportasi umum bukan sekadar fasilitas tambahan untuk mempercantik kota, tetapi investasi jangka panjang untuk menjaga keselamatan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.

Berita terkait

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Menteri PU: Sekolah Rakyat Dibangun Berstandar Internasional Bagi Keluarga Prasejahtera

Banyuwangi -  Spektroom - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Jawa Timur 4 yang berada di Kecamatan Blambangan, Kabupaten Banyuwangi, Senin (15/6/2026). Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan percepatan penyelesaian pembangunan Sekolah Rakyat yang menjadi bagian dari program strategis Presiden Prabowo Subianto dalam menyediakan

Nurana Diah Dhayanti