Ambo Tuwo Raih Doktor, Tawarkan Model Pembelajaran Holistik untuk Tingkatkan Prestasi Siswa
Makasar - Spektroom : Ambo Tuwo resmi meraih gelar Doktor Manajemen Pendidikan Islam setelah mempertahankan disertasinya mengenai manajemen pembelajaran holistik dalam meningkatkan prestasi belajar peserta didik pada MAN Pangkep.
Uji kompetensi doktoral tersebut berlangsung di Kampus Program Pascasarjana (PPs) UMI, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, Senin (24/8/2026).
Dalam disertasinya, Ambo Tuwo menyoroti tantangan pendidikan di era modern yang semakin kompleks. Menurutnya, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya berorientasi pada capaian akademik, tetapi juga harus mampu menjawab perubahan sosial, budaya, dan teknologi yang berlangsung cepat.
Ia mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS) 2023 menunjukkan Tingkat Partisipasi Kasar (TPK) pendidikan menengah di Indonesia telah mencapai 89,08 persen. Namun, capaian tersebut masih dihadapkan pada persoalan kualitas pembelajaran, khususnya terkait relevansi kurikulum dan metode pembelajaran dengan kehidupan nyata serta kebutuhan zaman.
“Dalam konteks inilah muncul urgensi penerapan pendekatan pembelajaran yang relatif integratif dan inovatif untuk mengembangkan potensi peserta didik secara utuh,” ujar Ambo Tuwo dalam pemaparan disertasinya.
Ia menjelaskan, pembelajaran holistik menjadi salah satu pendekatan alternatif untuk menjawab tantangan pendidikan tersebut. Pendekatan ini tidak hanya menitikberatkan pada kemampuan kognitif, tetapi juga mengembangkan aspek afektif dan psikomotorik peserta didik.
Menurutnya, tujuan pendidikan bukan sekadar mencetak peserta didik yang cerdas secara intelektual, melainkan juga memiliki ketangguhan emosional, mampu beradaptasi terhadap perubahan sosial, serta memiliki kemampuan berinovasi di tengah perkembangan teknologi yang disruptif.
Ambo Tuwo menambahkan, pembelajaran holistik menekankan pengembangan individu secara menyeluruh yang mencakup aspek intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
“Pendekatan ini bertujuan mengintegrasikan berbagai dimensi diri peserta didik melalui proses belajar yang bermakna dan penuh kesadaran,” jelasnya.
Dalam implementasinya, lanjut dia, guru tidak lagi hanya berperan sebagai penyampai materi, tetapi menjadi fasilitator yang memahami keunikan setiap peserta didik. Guru juga dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendorong berkembangnya potensi siswa secara optimal.
Pembelajaran holistik, kata Ambo Tuwo, diarahkan untuk membentuk manusia yang utuh, yakni peserta didik yang mampu berpikir kritis sekaligus memiliki kepekaan sosial dan spiritual.
Dengan pendekatan tersebut, proses pembelajaran diharapkan tidak lagi terjebak dalam sekat-sekat disiplin ilmu yang terpisah. Sebaliknya, pembelajaran dapat menjadi ruang dialog transdisipliner yang mempertemukan berbagai perspektif untuk memperkaya pengalaman belajar peserta didik.
Uji kompetensi tersebut dipimpin Direktur PPs UMI Prof. Dr. H. La Ode Husen, S.H., M.Hum. Tim penyanggah terdiri atas Dr. Abd. Wahab, M.Si., Dr. Surani, S.Ag., M.Ag., Dr. Ahmad Syahid, M.Pd., serta Prof. Dr. Abd. Rahman Mus, S.E., M.Si.
Sementara itu, penguji eksternal adalah Prof. Dr. Abdullah Pandang, M.Pd., dan penguji lintas disiplin ilmu Prof. Dr. Ir. Andi Tamsil, M.P.
Dalam penyelesaian disertasinya, Ambo Tuwo dibimbing Prof. Dr. H. Baso Amang, S.E., M.Si. sebagai promotor serta Dr. H. Hasibuddin Mahmud, S.E., M.Ag. dan Dr. H. Andi Bunyamin, M.Pd. masing-masing sebagai co-promotor I dan II.
Raihan gelar doktor tersebut sekaligus memperkuat gagasan Ambo Tuwo bahwa transformasi pendidikan harus bergerak menuju model pembelajaran yang mampu mengembangkan peserta didik secara utuh, adaptif, dan relevan dengan tuntutan zaman.