Ambon Bergerak Bersih, Wali Kota Gandeng BUMN dan Swasta Percepat Reformasi Pengelolaan Sampah
Ambon-Spektroom : Pemerintah Kota Ambon memperkuat langkah pembenahan persoalan sampah melalui kolaborasi lintas sektor dengan menggandeng sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN), sektor swasta, serta komunitas lingkungan dalam upaya mewujudkan kota yang lebih bersih, tertata, dan berkelanjutan.
Komitmen tersebut ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin Wattimena, saat meninjau lokasi pembuangan sampah di Kota Ambon bersama sejumlah mitra strategis, di antaranya Kepala PT Jasa Raharja Wilayah Maluku M. Erwin Setia Negara, pimpinan PT Permodalan Nasional Madani (PNM) Ambon, Direktur PLN Area Ambon, Direktur Bank Sampah Induk Bumi Lestari Maluku Listya Tuharea, serta Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon, Aprie B. Gaspersz.
Dalam kesempatan itu, Bodewin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang selama ini aktif mendukung pemerintah dalam menangani persoalan sampah, mulai dari instansi pemerintah, BUMN, pelaku usaha, hingga para petugas kebersihan dan penyapu jalan yang setiap hari bekerja menjaga wajah kota tetap bersih.
“Pemerintah Kota Ambon memberikan apresiasi kepada PT Jasa Raharja Maluku, PT PNM, PLN Area Ambon, Direktur Bank Sampah Bumi Lestari, jajaran Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan, petugas sampah, penyapu jalan, serta seluruh pihak yang bersama-sama berupaya mengelola sampah dengan baik,” kata Bodewin. Senin (11/5/2026).
Ia menegaskan, persoalan sampah tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran kolektif serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat untuk menciptakan perubahan yang nyata.
Karena itu, Pemerintah Kota Ambon terus memperluas kolaborasi dengan organisasi kepemudaan, sektor swasta, pelaku usaha, hingga masyarakat di tingkat desa dan kelurahan guna meningkatkan disiplin warga dalam membuang sampah sesuai waktu yang telah ditetapkan.
Salah satu langkah strategis yang kini didorong adalah pembentukan bank sampah di setiap desa dan kelurahan sebagai bagian dari edukasi lingkungan sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengelolaan sampah dari sumbernya.
“Kami berharap di setiap kelurahan dan desa ada unit bank sampah. Ini penting agar masyarakat mulai terbiasa memilah dan mengelola sampah dengan baik,” ujar Bodewin.
Menurutnya, keberadaan bank sampah tidak hanya menjadi solusi dalam mengurangi volume sampah yang masuk ke tempat pembuangan akhir, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat melalui pemanfaatan sampah bernilai guna.
Ia berharap sinergi yang dibangun antara pemerintah, BUMN, sektor swasta, komunitas lingkungan, dan masyarakat dapat menjadi titik awal lahirnya inovasi baru dalam sistem pengelolaan sampah Kota Ambon.
“Saya berharap kegiatan yang kita lakukan hari ini, melalui kerja bersama dan kolaborasi ini, menjadi momentum untuk melahirkan lebih banyak upaya nyata dalam mendorong pengelolaan sampah di Kota Ambon agar semakin baik, semakin modern, dan menjadikan Ambon sebagai kota yang bersih,” tegasnya.
Dengan dukungan berbagai pihak, Pemerintah Kota Ambon optimistis gerakan bersama ini akan mempercepat terwujudnya Ambon sebagai kota yang bersih, nyaman, dan berkelanjutan, sekaligus meninggalkan warisan lingkungan yang lebih sehat bagi generasi mendatang. (EM)