Anak Remaja Kristen di LPKA Ternate Dapat Bimbingan Rohani
Spektroom - Pembinaan Rohani dengan tema Penerimaan Diri dilakukan Penyuluh Agama Kristen Kantor Kementerian Agama Kota Ternate Mus Baikole, bagi anak remaja beragama Kristen di Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ternate.
Kegiatan pembinaan yang dilakukan ini merupakan bagian dari upaya sinergitas antara Kantor Kemenag Kota Ternate dengan LPKA Kelas II Ternate dalam memberikan bimbingan mental dan spiritual kepada anak remaja yang sedang menjalani pembinaan di lembaga tersebut.
Pembinaan keagamaan ini diberikan kepercayaan kepada Mus Baikole untuk membimbing anak-anak remaja Kristen guna membantu mereka menghadapi berbagai tantangan psikologis selama masa pembinaan.
Tema penerimaan diri dipilih dengan tujuan strategis untuk mengurangi kemungkinan munculnya masalah psikologi yang kerap dialami anak-anak. Melalui materi ini, mereka diajarkan untuk menerima diri secara utuh tanpa syarat, terlepas dari kondisi dan latar belakang yang dimiliki.
Setiap anak memerlukan penerimaan diri dalam kondisinya secara utuh. Pembinaan dengan materi seperti ini perlu disampaikan secara berkesinambungan,” ungkap Mus Baikole saat memberikan materi kepada anak-anak.
Dengan materi penerimaan diri ini Mus Baikole berharap dapat meningkatkan kualitas hidup anak-anak, sekaligus menjadi wadah berbagi pengalaman dan nilai-nilai kehidupan yang positif. Harapan terbesarnya adalah agar anak-anak dapat mengalami perubahan hidup seutuhnya melalui pembinaan yang dilakukan secara konsisten.
Sementara itu, Kasubbag Tata Usaha Kantor Kemenag Kota Ternate Mewati, kepada Spektroom Kamis (13/11/2025) mengapresiasi kegiatan yang dilakukan penyuluh agama. “Kegiatan pembinaan rohani ke LPKA ini merupakan bagian dari tugas dan fungsi penyuluh agama kami. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin dan memberikan manfaat bagi anak-anak yang sedang dibina di lembaga tersebut,” ujar Mewati.
Kegiatan pembinaan rohani di LPKA Kelas II Ternate diharapkan dapat terus dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk kolaborasi positif dalam proses rehabilitasi dan pembinaan anak menuju masa depan yang lebih cerah.