Angkutan Pelajar Jadi Solusi Tekan Kecelakaan Remaja di Magelang

Angkutan Pelajar Jadi Solusi Tekan Kecelakaan Remaja di Magelang
Angkutan umum siap mengantar dan menjemput anak sekolah (Foto: Ciptati Handayani)

Spektroom – Kurangnya angkutan umum yang memadai untuk pelajar menjadi penyebab utama tingginya penggunaan kendaraan pribadi, terutama sepeda motor, dalam kegiatan sekolah.

Kondisi tersebut berkontribusi pada tingginya angka kecelakaan di kalangan remaja.

Wakil Ketua Pemberdayaan dan Pengembangan Wilayah Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Pusat, Djoko Setijowarno, menyebutkan bahwa angkutan pelajar dapat menjadi solusi untuk mengurangi kecelakaan di jalan raya.

“Selain itu, layanan ini juga berpotensi menekan angka putus sekolah, pernikahan usia anak, dan stunting,” ujar Djoko kepada Spektroom, Kamis (18/9/2025).

Djoko mengutip pernyataan Kabid Angkutan Dinas Perhubungan Kabupaten Magelang, Arif Mutohar, bahwa kelompok usia 10–19 tahun sangat rentan terhadap kecelakaan lalu lintas.

Data nasional menunjukkan kelompok ini menempati peringkat kedua korban kecelakaan dengan persentase 23 persen atau sekitar 46.439 korban dari total 204.284 orang.

“Situasi serupa terjadi di Kabupaten Magelang. Kelompok usia remaja menduduki peringkat kedua dengan 19 persen dari total kecelakaan, yaitu 240 korban dari 1.256 orang,” jelas Djoko.

Lebih lanjut, Djoko menegaskan bahwa ketersediaan transportasi umum yang aman dan terjangkau bagi pelajar adalah kunci menekan angka kecelakaan.

Program ini juga selaras dengan salah satu fokus RPJMD Kabupaten Magelang 2025–2029, yakni mewujudkan cita-cita “Pinter Ngaji, Pinter Sekolah Bocahe”.

Menurut Djoko, tujuan penyediaan angkutan sekolah gratis antara lain untuk mengurangi beban biaya pendidikan, memudahkan akses pelajar SMP berangkat dan pulang sekolah, menekan pelanggaran lalu lintas, serta menghidupkan kembali minat masyarakat menggunakan moda angkutan umum.

“Melalui layanan ini, orang tua tidak lagi terbebani biaya antar-jemput. Diharapkan angka pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas yang melibatkan pelajar dapat menurun, sekaligus memberdayakan angkutan umum agar tetap eksis,” tutur Djoko yang juga Akademisi Prodi Teknik Sipil Unika Soegijapranata. ( Ciptati Handayani)

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti