Annisa Febrianti dari Fakultas Tarbiyah, Menjadi Wisudawan Terbaik UIN Raden Intan Lampung
Bandarlampung - Spektroom: Wisuda Sarjana dan Pascasarjana Periode II Tahun 2026, Universitas Islam Negeri (UIN) Raden Intan Lampung, Kamis, 2 Juli 2026 berlangsung di GSG KH. Ahmad Hanafiah UIN Raden Intan Lampung, Sukarame Bandarlampung.
Pada Wisuda Periode II tersebut UIN Raden Intan Lampung mewisuda 903 Wisudawan, Sarjana dan Pasca Sarjana tersebar di berbagai fakultas dan program studi.
Program pascasarjana S3 Doktoral 13 orang, program S2 magister 76 orang, fakultas tarbiyah keguruan 380 orang, fakultas Syariah 85 orang, fakultas dakwah dan ilmu komunikasi 50 orang dan fakultas Ushuluddin dan studi Agama 31 orang.
Berikutnya fakultas ekonomi bisnis Islam 178 orang, fakultas Adab 7 orang, fakultas Sains dan Teknologi 10 orang dan fakultas Psikologi Islam 73 orang.
Dalam laporannya Wakil Rektor Bidang Akademik dan Pengembangan Kelembagaan Prof. Dr. Andi Thahir menyampaikan Wisudawan terbaik universitas nama Annisa Febrianti fakultas tarbiyah Prodi Manajemen Pendidikan Islam, IPK 3,95 predikat Summa Cumlaude, lama studi 3 tahun 8 bulan.
Selanjutnya Wisudawan terbaik IPK tertinggi fakultas dan program pascasarjana, Ratna Dewi Setyowati Prodi Manajemen Pendidikan Islam IPK 3,98 predikat Summa Cumlaude lama studi 2 tahun 7 bulan.
Berikutnya Wisudawan terbaik IPK tertinggi program pascasarjana strata 2 Nevi Agustina, pendidikan bahasa Arab IPK 4,00 predikat Summa Cumlaude lama studi 1 tahun 7 bulan.
Sementara dalam sambutannya Rektor Prof M. Wan Jamaludin Z, MAg, Ph.D mengatakan Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, bukan sekedar institusi menara gading yang mengisolasi diri dari realitas sosial, kampus ini adalah sebuah ekosistem intelektual yang unik, sebuah rahim tempat lahirnya gagasan-gagasan besar yang mengawinkan keagungan Ilahi dengan ketajaman rasio manusia.
"Kita senantiasa teguh memegang prinsip integrasi sinkronisasi ilmu pengetahuan di mana sains dan teknologi tidak dipisahkan dari nilai-nilai spiritualitas Islam kita tidak ingin melahirkan sarjana yang pintar secara intelektual namun gersang secara spiritual atau sebaliknya ahli dalam ritual keagamaan namun gagap dalam respon tantangan zaman dan sains modern" urai rektor dalam sambutannya, Kamis (2/7/2026).
Pada bagian lain Prof Jamaludin juga menyampaikan di sinilah letak distingsi utama wisudawan sebagai alumni Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung, yang dibekali dengan konsep Islam wasabiyah moderasi beragama yang menjadi jangkar dalam menjaga persatuan, ditengah keanekaragaman bangsa dan dunia yang terpolarisasi oleh radikalisme di satu sisi dan liberalisme ekstrim di sisi lainnya.
Untuk itulah, Jamaludin berpesan alumni UIN Raden Intan Lampung harus mampu tampil sebagai juru damai sebagai jembatan yang menghubungkan berbagai perbedaan dan sebagai teladan yang membawa rahmat bagi semesta alam rahmatan lil alamin.
Perlu disadari bersama bahwa dunia yang para wisudawan masuk di hari ini adalah dunia yang sangat berbeda dengan dunia beberapa dekade lalu.
"Kita sedang hidup di era yang sering digambarkan sebagai era disrupsi, era perubahan yang radikal, cepat dan tidak terduga. Perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelegence), otomatisasi data Raya big data dan bioteknologi telah mengubah landscape pekerjaan Global secara drastis." tandas Jamaludin mengakhiri sambutannya.(@Ng).