Trending

Asap dan Kabut Melanda Kota Ambon, Gubernur Terapkan WFH dan Liburkan Sekolah

Asap dan Kabut Melanda Kota Ambon, Gubernur Terapkan WFH dan Liburkan Sekolah
Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa terapkan WFH DAN Libur sekolah dengan adanya Asap dan Kabut di Ambon Maluku Senin (12/10/2026), Foto Eva. M

Ambon-Spektroom: Ancaman kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan mendorong Pemerintah Provinsi Maluku mengambil langkah antisipasi. Gubernur Maluku Hendrik Lewerissa menerapkan kebijakan bekerja dari rumah bagi aparatur sipil negara (ASN) dan meliburkan sementara pembelajaran tatap muka di SMA, SMK, serta SLB selama tiga hari.

Kebijakan tersebut tertuang dalam Surat Edaran Nomor 500.4/175 tertanggal Senin 12 Oktober 2026 tentang kewaspadaan terhadap dampak kabut asap dan perlindungan kesehatan masyarakat.

Melalui kebijakan ini, aktivitas perkantoran dan sekolah diharapkan dapat disesuaikan untuk mengurangi risiko paparan asap yang berpotensi mengganggu kesehatan warga.

ASN di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku diwajibkan bekerja dari rumah selama tiga hari sejak surat edaran ditetapkan. Namun, pelayanan publik yang bersifat esensial dan mendesak tetap berjalan. Setiap perangkat daerah diminta mengatur petugas agar pelayanan kepada masyarakat tidak terhenti.

Di sektor pendidikan, pembelajaran tatap muka pada SMA, SMK, dan SLB di bawah kewenangan pemerintah provinsi dihentikan sementara selama tiga hari. Sekolah diminta menyiapkan pembelajaran dari rumah apabila memungkinkan.

Peserta didik juga diimbau membatasi aktivitas di luar rumah dan menghindari kegiatan fisik di ruang terbuka. Imbauan ini penting agar anak-anak tidak terpapar kabut asap secara berlebihan, terutama jika kualitas udara memburuk.

Tak hanya mengatur aktivitas ASN dan sekolah, Gubernur juga meminta Dinas Kesehatan serta instansi terkait memperkuat pemantauan gangguan pernapasan, memastikan kesiapan fasilitas pelayanan kesehatan, memantau kualitas udara, dan mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan.

Pemerintah Provinsi Maluku akan mengevaluasi kebijakan tersebut sesuai perkembangan kabut asap, kualitas udara, dan kondisi kesehatan masyarakat.

Masyarakat diminta tidak mengabaikan risiko kabut asap serta meneruskan informasi ini kepada keluarga dan lingkungan sekitar.
Di tengah ancaman kabut asap, perlindungan kesehatan tidak cukup hanya mengandalkan kebijakan pemerintah. Kewaspadaan dan kepedulian masyarakat menjadi bagian penting untuk mencegah dampak yang lebih luas.

Berita terkait

Menbud RI Apresiasi Langkah LAMR Gelar Hari Kebudayaan Nasional 2026

Menbud RI Apresiasi Langkah LAMR Gelar Hari Kebudayaan Nasional 2026

Jakarta-Spektroom: Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon mengapresiasi inisiatif Lembaga Adat Melayu Riau (LAMR) Provinsi Riau bersama sejumlah organisasi masyarakat dalam memperingati Hari Kebudayaan Nasional (HKN) 2026. Menurutnya, kegiatan yang lahir dari inisiatif masyarakat menjadi bagian penting dalam menghidupkan dan melestarikan kebudayaan Indonesia. Apresiasi itu disampaikan Fadli Zon saat menerima

Salman Nurmin, Anggoro AP
Perguruan Tinggi Vokasi perlu Bersinergi Melalui Pertukaran Pengalaman, Inovasi & Penelitian

Perguruan Tinggi Vokasi perlu Bersinergi Melalui Pertukaran Pengalaman, Inovasi & Penelitian

Makasar-Spektroom : Politeknik Tempo Jakarta melakukan kunjungan silaturahmi ke Politeknik Kesehatan Megarezky (Polimerz) Makassar, Selasa (13/10/2026). Kunjungan ini bertujuan mempererat hubungan kelembagaan sekaligus memperluas jejaring dan kerja sama antarperguruan tinggi vokasi dalam bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Direktur Politeknik Tempo, Shalfi Andri, S.P., M.M.

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan Wing Air Rute Fakfak-Sorong Dibatalkan

Kabut Asap Selimuti Fakfak, Penerbangan Wing Air Rute Fakfak-Sorong Dibatalkan

Fakfak-Soektroom : Kabut asap yang menyelimuti Kabupaten Fakfak, Papua Barat, berdampak pada transportasi udara, sehingga penerbangan Wings Air rute Fakfak–Sorong dibatalkan akibat keterbatasan jarak pandang. Pembatalan tersebut dilakukan karena lebih mempertimbangkan faktor keselamatan penerbangan di tengah kondisi kabut asap yang belum membaik. Perwakilan Manajemen Wings Air di fakfak, Iqbal,

Anthonius Teniwut, Julianto