Aspirasi Pendidikan Menggema, Warga Karangploso Bersatu Perjuangkan SMA–SMK Negeri

Aspirasi Pendidikan Menggema, Warga Karangploso Bersatu Perjuangkan SMA–SMK Negeri
Warga kecamatan Karangploso mendatangani spanduk dukungan pendirian SMA maupun SMAK Negeri karangploso Kabupaten Malang.

Spektroom  — Deklarasi Warga Peduli Pendidikan Karangploso terhadap pendirian SMA dan SMK Negeri menggema di jantung Kecamatan Karangploso. Ratusan warga dari berbagai desa membubuhkan tanda tangan pada bentangan spanduk putih panjang sebagai simbol dukungan dan harapan akan hadirnya sekolah negeri tingkat menengah atas di wilayah mereka. Aksi tersebut berlangsung di depan Alun-alun Karangploso, Sabtu pagi (24/1/2026).

 Sejak pagi, warga yang mayoritas berprofesi sebagai petani dan pedagang tampak antusias. Usai berbelanja di sekitar alun-alun, mereka menghampiri panggung deklarasi untuk menandatangani spanduk dan mengisi buku dukungan. Aksi sederhana itu sarat makna: ikhtiar kolektif demi masa depan pendidikan anak-anak Karangploso yang selama bertahun-tahun harus berjuang menembus keterbatasan akses sekolah negeri.

 Ketiadaan SMA dan SMK Negeri di Karangploso menjadi persoalan klasik yang terus berulang. Sistem zonasi membuat lulusan SMP di wilayah ini kerap tersingkir ketika mendaftar ke sekolah negeri di kecamatan tetangga seperti Singosari, Lawang, maupun Kota Batu. Jarak dan keterbatasan kuota membuat peluang mereka kian sempit.

 Nopeng, salah satu warga yang ikut dalam deklarasi, menyampaikan kegelisahan yang dirasakan banyak orang tua. Ia berharap anaknya kelak dapat menikmati berdirinya SMA atau SMK Negeri di Karangploso tanpa harus bergantung pada keberuntungan zonasi.

 “Selama ini warga Karangploso kesulitan untuk bisa sekolah negeri setelah lulus SMP karena terbentur zonasi. Kalau ingin ke Singosari, Batu, atau Lawang, sudah kalah duluan dengan warga yang rumahnya lebih dekat. Karena itu kami menyatukan semangat, bagaimana kalau di Karangploso ini dibangun SMA maupun SMK Negeri. Apa yang kurang, mari kita lengkapi bersama,” ungkap Nopeng penuh semangat.

 Upaya warga bukan tanpa arah. Sebelumnya, perwakilan masyarakat telah beraudiensi dengan Bupati Malang, HM Sanusi, Selasa malam ( 20/1/2026 ). Dalam pertemuan tersebut, Bupati menyatakan dukungannya terhadap pendirian SMA dan SMK Negeri di Karangploso. Namun, ia menyarankan agar aspirasi tersebut diperkuat dengan proposal resmi yang disertai bukti dukungan masyarakat, termasuk dari sembilan desa yang ada di Kecamatan Karangploso  Kabupaten Malang yaitu desa Ampeldento, Bocek, Girimoyo, Kepuharjo, Ngenep, Ngijo, Pelambuan, Tegalgondo, dan Donowarih,

 “Karena itu kami gelar acara ini, untuk memperkuat bukti bahwa warga Karangploso benar-benar membutuhkan sekolah negeri. Harapannya, Bupati bisa meneruskan keinginan ini ke Gubernur Jawa Timur,” tegas Nopeng.

 Deklarasi Warga Peduli Pendidikan Karangploso berlangsung sejak pagi hingga sore hari dan dikemas secara meriah. Selain penandatanganan dukungan, acara juga diisi dengan berbagai pentas seni, mulai dari tari tradisional, pembacaan puisi, penampilan band, hingga kesenian rakyat lainnya. Kesenian tersebut menjadi simbol semangat kebersamaan dan keyakinan bahwa pendidikan adalah fondasi masa depan yang harus diperjuangkan bersama.

 Melalui deklarasi ini, warga Karangploso berharap suara mereka tak sekadar menjadi arsip tanda tangan, tetapi benar-benar menjelma menjadi kebijakan nyata. Sebab bagi mereka, hadirnya SMA dan SMK Negeri bukan hanya soal bangunan sekolah, melainkan tentang membuka pintu harapan agar anak-anak Karangploso memiliki kesempatan yang setara untuk meraih pendidikan dan masa depan yang lebih baik.

Berita terkait