Atasi Desakan Jemaah di Ajyad, PPIH Terapkan Buka Tutup Tambah Bus Shalawat
Jakarta - Sektroom : Pergerakan jutaan jemaah dari berbagai belahan dunia mulai memadati kota suci.
Situasi di Kota Makkah semakin padat dan lalu lintas mulai tersendat, seiring dengan semakin dekatnya puncak haji 1447 H/2026 M.
Otoritas Arab Saudi memperketat akses masuk ke Makkah mewajibkan izin resmi (tasrih) atau kartu Nusuk bagi jemaah. Pemeriksaan ketat dilakukan di checkpoint seperti Nawwariyah dan Shumaisi.
Terjadi antrean kendaraan dan kepadatan jemaah, khususnya di jalur utama Makkah-Jeddah, saat pemeriksaan berlangsung.
Ribuan jemaah haji Indonesia gelombang pertama sudah berada di Makkah, sementara gelombang kedua mulai berdatangan. Penggunaan bus shalawat menjadi andalan, dengan terminal utama di Ajyad, Syib Amir, dan Jabal Ka'bah yang semakin sibuk.
Terminal Ajyad melayani jemaah haji yang tinggal di wilayah Misfalah, kini kian padat terutama setelah shalat Isya, Subuh, dan Jumat. Jemaah haji bahkan harus berdesak-desakan antre bus.
Kawasan Misfalah berjarak sekitar 2 kilometer dari Masjidil Haram. Beberapa hotel di wilayah ini dikenal cukup strategis, dengan jarak berkisar antara 250 meter hingga 2 kilometer tergantung posisi hotel.
Sebelumnya, Kepala Pos (Kapos) Terminal Ajyad, M. Rifat Sitorus, mengatakan, kepadatan ini terjadi karena jemaah haji yang masuk Makkah semakin banyak, termasuk jemaah Indonesia untuk melaksanakan umrah wajib dan mempersiapkan diri menuju puncak ibadah haji
"Gelombang kedua dari Jeddah sudah mulai datang di Makkah, sehingga jemaah padat di Ajyad " kata Sitorus
Menurutnya, saat ini, terdapat 58 armada bus shalawat (salat lima waktu) yang beroperasi melayani jemaah haji yang tinggal di Sektor 7, 8, dan 9 wilayah Misfalah untuk membantu pergerakan jemaah dari hotel ke Masjidil Haram atau sebaliknya. Operasional bus dilakukan dengan protokol ketat
"Petugas hanya akan mempersilakan jemaah naik setelah bus siap di posisi. Begitu seluruh kursi terisi penuh, pintu terminal akan ditutup sementara guna memberikan ruang bagi bus berikutnya untuk masuk secara aman dan tertib".ujarnya
Selain itu, PPIH juga berencana menambah akses pintu keluar guna memecah arus jemaah agar tidak menumpuk di satu titik saja.
Sitorus menambahkan, jika terjadi penumpukan jemaah, khususnya usai salat Isya berjamaah, akan ada bus tambahan. Tujuannya agar jemaah tidak terlalu lama menunggu.
"Jadi ketika ada penambahan jemaah yang datang dari Madinah maupun Jeddah, bus shalawat di Ajyad akan ditambah menjadi 140 armada".kata Sitorus, kepada Tim Media Center Haji (MCH) Kemenhaj di Terminal Ajyad.Sabtu (9/5/2026) dikutip Rabu (13/5/2026).
Sejauh ini kekuatan personel di Terminal Ajyad sebanyak 19 orang. Tim ini, kata Sitorus, dibagi tiga sif, ada dari pukul 07.00 - 05.00 WAS, 03.00 - 23.00, dan 23.00 - 07.00.