Eva Moenandar

Papalele: Denyut Nadi Ekonomi Tradisional Ambon Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional

Papalele: Denyut Nadi Ekonomi Tradisional Ambon Ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Nasional

Spektroom - Sejarah baru terukir, bagi Kota Ambon, seiring dengan resmi ditetapkannya profesi pedagang tradisional perempuan Ambon, yang dikenal sebagai "Mama-mama Papalele", sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Nasional oleh Kementerian Kebudayaan. sebagaimana disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kota Ambon Christian Tukloy saat ditemui Spektroom saat

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
WALUBI Maluku Sampaikan Apresiasi dan Doa untuk Sukses Sidang Ke-39 Sinode GPM 2025 Ambon

Keagamaan

WALUBI Maluku Sampaikan Apresiasi dan Doa untuk Sukses Sidang Ke-39 Sinode GPM 2025 Ambon

Spektroom - Pimpinan Daerah Perwakilan Umat Buddha Indonesia (DPD WALUBI) Provinsi Maluku, W. Jauwerissa, menyampaikan apresiasi dan doa bagi kelancaran pelaksanaan Sidang Ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) Tahun 2025. Pernyataan ini disampaikan melalui pesan kepada panitia sinode sebagai bentuk dukungan dan penghormatan terhadap perjalanan panjang pelayanan GPM di Maluku.

Eva Moenandar, Afrizal Aziz

Keagamaan

Ketua PHDI Maluku Apresiasi Panitia Sidang Sinode GPM, Ajak Perkokoh Persaudaraan Lintas Agama

Spektroom– Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Provinsi Maluku, Suyanto, S.Pd.H, menyampaikan apresiasi dan dukungan kepada panitia pelaksana Sidang ke-39 Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM). Dalam pesannya kepada panitia di Ambon, Kamis 9/10/2025 , Suyanto menegaskan pentingnya semangat pengabdian, gotong royong, dan kerukunan antar umat beragama dalam

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru
Siswa Maluku  Ceritakan Pengalaman Setahun Sekolah di Amerika.

Pendidikan

Siswa Maluku Ceritakan Pengalaman Setahun Sekolah di Amerika.

Spektroom– Rachel Irwan, siswa kelas 12 Sekolah Garuda Transformasi Siwalima Ambon, berbagi pengalaman berharga usai mengikuti program pertukaran pelajar selama satu tahun di Amerika . Kepulangannya disambut dengan rasa bangga, karena ia menjadi salah satu dari segelintir pelajar yang berhasil terpilih dari ratusan sekolah di daerah ini. Rachel diberikan kesempatan menuturkan

Eva Moenandar, Rafles, Pelinus Latuheru