Banjir Belum Surut Warga Masih Bertahan di Pengungsian
Spektroom – Hujan yang terus mengguyur sebagian besar wilayah Jawa Tengah menyebabkan banjir di Kota Pekalongan belum surut. Hingga Minggu (18/1/2026), sebanyak 972 warga masih bertahan di lokasi pengungsian Aula Kantor Kecamatan Pekalongan Barat.
Banjir yang telah berlangsung selama dua hari terakhir melumpuhkan aktivitas warga karena genangan air merata di sejumlah titik. Bencana ini dipicu oleh curah hujan tinggi serta luapan Sungai Bremi yang mengakibatkan 8.692 kepala keluarga (KK) terdampak di empat kecamatan di Kota Pekalongan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan mencatat, ribuan warga terdampak banjir dengan kondisi ketinggian air yang bervariasi di setiap wilayah.
Salah satu warga Kelurahan Tirto, Kecamatan Pekalongan Barat, Kartika, mengatakan warga mulai mengungsi ke aula kantor kecamatan setelah air masuk ke dalam rumah dan mencapai ketinggian lutut orang dewasa.
“Awalnya kami masih bertahan di rumah, tetapi sejak tadi malam hingga pagi ini air luapan Sungai Bremi semakin tinggi dan masuk ke permukiman,” ujar Kartika.
Hal serupa disampaikan warga Jalan Ahmad Dahlan, Kelurahan Tirto Ali, yang menyebutkan ketinggian air banjir di wilayah tersebut terus meningkat hingga mencapai 1,5 meter.
“Di Kelurahan Tirto, ketinggian air bervariasi mulai 50 sentimeter hingga 1,5 meter, tergantung kondisi rumah warga,” tambah Kartika.
Selain membuka dapur umum secara swadaya, warga berharap bantuan logistik dari Pemerintah Kota Pekalongan dapat menjangkau seluruh masyarakat yang terdampak banjir.
Hingga saat ini, pemerintah daerah bersama relawan terus melakukan upaya penanganan banjir, termasuk evaluasi kondisi warga yang terisolasi serta evakuasi ke tempat pengungsian yang lebih aman.