Banjir Setinggi Lutut Kepung Pasar Darit, Aktivitas Warga Tersendat

Banjir Setinggi Lutut Kepung Pasar Darit, Aktivitas Warga Tersendat
BPBD Kabupaten Landak pantau banjir yang dikhawatirkan masih naik. (Foto : Sartiman)

Spektroom – Genangan air perlahan merambat masuk ke jantung aktivitas warga Pasar Darit, Kecamatan Menyuke, Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, Sabtu (10/1/2026) pagi.

Air berwarna kecokelatan itu kini telah mencapai setinggi lutut orang dewasa, memaksa warga dan pedagang pasar beraktivitas dengan penuh kehati-hatian.

Di balik riuh pasar yang biasanya dipenuhi transaksi, pagi itu terselip rasa cemas.

Sejumlah pedagang tampak mengganjal barang dagangan mereka dengan kayu dan peti plastik, khawatir air terus naik.
Beberapa lainnya memilih bertahan, berharap hujan reda dan air segera surut.

“Kalau naik sedikit lagi, kami sudah tidak bisa jualan. Tapi kalau tutup, kami juga bingung mau dapat penghasilan dari mana,” ujar seorang pedagang sembako sambil mengamankan karung beras dari genangan air.

BPBD Kabupaten Landak melalui Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan terus melakukan pemantauan intensif.

Lodeni, perwakilan BPBD, menyebutkan bahwa kondisi air di Pasar Darit mulai menunjukkan tren kenaikan dan perlu diwaspadai.

“Air di Pasar Darit sudah setinggi lutut orang dewasa. Kami sudah membagi anggota ke beberapa titik untuk memantau kondisi banjir, tidak hanya di Menyuke, tetapi juga Menjalin, Karangan, Mempawah Hulu, Air Besar, Serimbu, dan Darit,” ujar Lodeni.

Ia mengimbau masyarakat agar tetap waspada, terutama bagi warga yang tinggal di dataran rendah dan di sepanjang jalur rawan banjir.

BPBD, kata dia, siap melakukan langkah evakuasi bersama instansi terkait jika kondisi memburuk.

Dari pantauan di lapangan, genangan air mulai menutupi ruas jalan aspal di wilayah rendah dari Darit menuju Simpang Tiga.

Titik paling parah terlihat di kawasan Pemantas, sebelum Polsek Menyuke, di mana kendaraan roda dua harus melaju perlahan agar tidak terjatuh.

Bagi warga, banjir bukan sekadar persoalan genangan air, tetapi juga ujian ketahanan hidup.

Anak-anak tampak digendong orang tuanya saat melintasi jalan tergenang, sementara lansia memilih tetap di rumah menunggu kabar perkembangan air.

“Kami cuma berharap air tidak naik lagi. Kalau sampai malam hujan terus, kami takut,” ungkap seorang warga Darit dengan nada lirih.

Di tengah ancaman banjir, warga Pasar Darit bertahan dengan harapan sederhana: hujan segera berhenti dan kehidupan bisa kembali berjalan normal.

Berita terkait

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif  di Aceh

Sekolah Rakyat Permanen Tahap II, Terus Dilakukan Secara Masif di Aceh

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Provinsi Aceh sebagai bagian dari pemulihan pasca bencana banjir bandang sekaligus upaya memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Pembangunan Sekolah Rakyat di Aceh diharapkan menjadi simpul pemulihan sosial dan ekonomi masyarakat terdampak

Nurana Diah Dhayanti