Bank Indonesia Umumkan Hasil RDG Bulanan Tahun 2025

Bank Indonesia Umumkan Hasil  RDG Bulanan Tahun 2025
Perry Warjiyo - Gubernur Bank Indonesia (Foto Capture YouTube BI).

Spektroom - Ketidak pastian pasar keuangan global kembali meningkat, di tengah terjadinya Temporary Oregon Government Shutdown atau Penutupan Sementara Pemerintahan Oregon dan arah suku bunga Kebijakan Moneter Amerika Serikat.

Disamping juga   pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat masih melambat akibat berlanjutnya dampak tarif dagang Amerika Serikat Dan sempat berhentinya aktivitas pemerintahan yang terlama sepanjang sejarah dan kemudian berdampak pada tetap lemahnya ketenaga kerjaan Amerika Serikat.  

Hal itu disampaikan Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo pada konferensi pers hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bulanan sepanjang tahun 2025, secara virtual di Zoom Meet dan disiarkan langsung di streaming YouTube Bank Indonesia, Rabu (19/11/2025).

audio-thumbnail
Warjio arah Kebijakan
0:00
/74.286125

Menurut Perry Warjiyo pelambatan ekonomi juga terjadi di Jepang, Tiongkok dan India akibat permintaan domestik yang belum kuat.


Dengan perkembangan tersebut, pertumbuhan ekonomi dunia tahun 2025 diperkirakan tetap sekitar 3,1% lebih rendah dari realisasi pada tahun 2024. 

"Dari pasar keuangan ketidak pasian kembali meningkat di pengaruhi oleh penurunan suku bunga Kebijakan Bang Sentral Amerika Serikat yang dinilai pasar lebih berhati-hati atau istilahnya Les Dovis" terang Perry Warjiyo.  


Kebijakan tarif yang menahan penurunan inflasi Amerika Serikat,  serta kondisi pasar tenaga kerja yang belum kuat akibat kebijakan emigrasi dan berhentinya aktivitas Pemerintahan di Amerika Serikat, diperikahkan mendorong defen, menahan penurunan suku bunga Fed Fundry di sisa tahun 2025. 


"Sementara itu, aliran modal ke Emerging Market lebih terbatas ke Pasar Saham" tandas Perry Warjiyo.

Gubernur BI Perry Warjiyo juga menanggapi pertanyaan Grace dari Bloomberg,  bagaimana asesmen BI terhadap risiko inflasi ke depan dan  tentang suku bunga kredit yang ditanyakan oleh Vian dari Kontan dan Surya dari Bisnis Indonesia.

Mengenai arah kebijakan suku bunga, tadi dari hasil rapat Dewan Gubernur, ke depan Bank Indonesia akan terus mencermati ruang penurunan suku bunga BI dan lebih lanjut dengan perkiraan dasarnya.

"Pertama perkiraan inflasi 2025 dan 2026 yang terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Yang kedua, dasarnya adalah perlunya untuk turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih lanjut" katanya lagi

Oleh karenanya, mengenai arah penurunan suku bunga acuan ke depan, diakui Perry Warjiyo, memang ada ruang penurunan suku bunga acuan BI Rate lebih lanjut.


"Dengan dua pertimbangan tadi, saya ulangi, perkiraan inflasi 2025-2026 yang perkiraan Bank Indonesia akan tetap terkendali dalam sasaran 2,5 plus minus 1 persen. Dan kedua, Bank Indonesia memandang bahwa pertumbuhan ekonomi saat ini masih dibawah kapasitas nasional" tutup Perry Warjiyo(@Ng).

Berita terkait

Sat Lantas Polres Parepare Libatkan Komunitas Ojek Online Dalam Operasi Keselamatan Pallawa 2026

Sat Lantas Polres Parepare Libatkan Komunitas Ojek Online Dalam Operasi Keselamatan Pallawa 2026

Spektroom – Satuan Lalu Lintas Polres Parepare melibatkan komunitas ojek online dan pecinta sepeda motor dalam pelaksanaan Operasi Keselamatan Pallawa 2026. Langkah ini menjadi pembeda dibanding tahun sebelumnya, sekaligus bentuk kolaborasi untuk meningkatkan kesadaran keselamatan berlalu lintas di masyarakat. Keterlibatan komunitas tersebut ditandai dalam Apel Gelar Pasukan Operasi Keselamatan Pallawa 2026

Yahya Patta, Anggoro AP