Bank Sampah Keren Dinilai Tepat Sasaran, Dorong Inklusi Keuangan dari Akar Rumput

Bank Sampah Keren Dinilai Tepat Sasaran, Dorong Inklusi Keuangan dari Akar Rumput
Suprayitno, S. AN, M. AP dosen Fisipol Universitas Palangka Raya mengatakan keberhasilan program sangat bergantung pada kesinambungan dukungan pemerintah. (Foto: Polin/Spektroom)

Spektroom - Upaya Pemerintah Kota Palangka Raya mengaitkan pengelolaan sampah dengan tabungan emas dinilai sebagai langkah cerdas dan relevan dengan kebutuhan masyarakat sektor informal. Menurut pemerhati kebijakan publik Suprayitno, program Bank Sampah Keren dalam hal ini mampu menjawab dua persoalan sekaligus: lingkungan dan ekonomi warga.

Suprayitno, S. AN, M. AP yang aktif sebagai dosen Fisipol Universitas Palangka Raya ini mengatakan salut pendekatan ini berbeda dari program bantuan konvensional yang cenderung bersifat sesaat.
"Ini kebijakan yang menyentuh akar rumput. Sampah dijadikan instrumen ekonomi, bukan sekadar isu kebersihan. Warga tidak hanya dapat uang harian, tapi mulai membangun aset,” ujarnya Minggu, (8/03/2026) di Palangka Raya.

Menurutnya, skema tabungan emas memberi nilai psikologis dan ekonomi yang lebih kuat dibanding uang tunai.
“Menabung emas itu memberi rasa aman dan orientasi jangka panjang. Kalau dijalankan konsisten, ini bisa mengubah pola pikir penggiat sampah dari sekadar bertahan hidup menjadi merencanakan masa depan,” tambahnya.

Namun dosen Suprayitno Isen Mulang demikian nama akun FBnya ini mengingatkan, keberhasilan program sangat bergantung pada kesinambungan dukungan pemerintah.
“Subsidi harus jelas, mekanismenya transparan, dan ada pendampingan. Tanpa itu, program bagus bisa berhenti di tengah jalan,” tegasnya.

Salah satu Depo Sampah yang disediakan pemko Palangka Raya (dok.MC PRaya)

Sebelumnya hari Sabtu, Sekretaris Daerah Kota Palangka Raya, Arbert Tombak, menjelaskan bahwa Pemkot menyampaikan di depan para pewarta tentang desain kebijakan program bank sampah. Program Bank Sampah Keren tidak hanya fokus pada pengelolaan sampah, tetapi juga adanya akses keuangan bagi masyarakat.
“Melalui program ini, para penggiat sampah dan pemulung diberi kesempatan menabung hasil pengelolaan sampah dalam bentuk tabungan emas di Pegadaian,” jelas Arbert.

Ia menambahkan, Pemkot mendorong perangkat daerah terkait untuk memberikan subsidi per kilogram sampah yang disetor warga ke bank sampah.
“Setiap kilo sampah bisa dihargai sekitar seribu rupiah dan langsung dikonversi ke tabungan emas. Ini bentuk insentif sekaligus dorongan agar masyarakat mau menabung,” ucapnya.

Lebih jauh, Arbert menegaskan bahwa Bank Sampah Keren dirancang sebagai instrumen kebijakan lingkungan sekaligus ekonomi.
“Tujuan akhirnya bukan hanya kota yang lebih bersih, tapi akses menabung yang makin luas dan perekonomian warga yang terus meningkat,” pungkasnya.

Dengan pendekatan ini, Palangka Raya mulai memposisikan kebijakan publik bukan sekadar regulasi, melainkan alat pemberdayaan. Sampah dikumpulkan, emas ditabung, dan kepercayaan masyarakat pada kebijakan tumbuh pelan tapi pasti.(Polin)

Berita terkait

Kementerian PU Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1

Kementerian PU Kebut Pembangunan Permanen Sekolah Rakyat Provinsi Jawa Timur 1

Spektroom – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tengah mempercepat pembangunan permanen Sekolah Rakyat (SR) Provinsi Jawa Timur 1 sebagai bagian dari upaya pemerintah memutus mata rantai kemiskinan melalui peningkatan akses pendidikan yang berkualitas. Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan pembangunan Sekolah Rakyat merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Nurana Diah Dhayanti