Banyumas Siapkan Relawan Muda Hadapi Tantangan Zaman Lewat Youth Volunteer Leadership Camp
Banyumas – Spektroom: Kabupaten Banyumas terus mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki jiwa kepemimpinan dan kepedulian sosial melalui Youth Volunteer Leadership Camp (YVLC) VII Forum Remaja Palang Merah Indonesia (FORPIS) Tahun 2026.
Kegiatan yang berlangsung pada 7–9 Juli di Taman Langit Baturraden itu menjadi ruang pembinaan bagi ratusan anggota Palang Merah Remaja (PMR) untuk memperkuat kapasitas sebagai relawan muda.
Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono menilai tantangan yang dihadapi generasi muda saat ini semakin kompleks, mulai dari bencana, perubahan iklim, persoalan sosial hingga perkembangan teknologi.
Kondisi tersebut membutuhkan anak-anak muda tidak hanya berprestasi secara akademik, tetapi juga memiliki kepedulian dan kemampuan mengambil peran di tengah masyarakat.
Menurutnya, PMR menjadi salah satu wadah penting dalam membentuk karakter generasi muda karena membiasakan anggotanya untuk disiplin, peduli, dan siap membantu sesama.
Ia pun mendorong para peserta menjadikan pengalaman selama YVLC sebagai bekal untuk memimpin, berkolaborasi, serta menginisiasi berbagai kegiatan positif di lingkungan sekolah maupun masyarakat.
"Kalian bukan generasi rebahan, tetapi generasi perubahan. Kalian bukan penonton masa depan, melainkan pelaku peradaban," tegas Sadewo.
Ketua PMI Kabupaten Banyumas Nungky Harry Rachmat mengatakan YVLC merupakan program pembinaan kepemimpinan yang dirancang untuk meningkatkan kualitas anggota PMR, baik dari sisi karakter, kemampuan berorganisasi, maupun keterampilan kepalangmerahan.
Tahun ini kegiatan mengusung tema Menumbuhkan Jiwa Kepemimpinan dan Meningkatkan Kualitas PMR yang Unggul.
Sebanyak 253 peserta dari 127 unit PMR tingkat SMP dan SMA mengikuti rangkaian kegiatan yang dikemas dengan metode experiential learning.
Selain mendapatkan materi kepemimpinan dari berbagai instansi dan akademisi, peserta juga mengikuti pelatihan pertolongan pertama, pendidikan remaja sebaya, perawatan keluarga, hingga uji kecakapan PMR.
YVLC juga dimanfaatkan sebagai momentum regenerasi kepemimpinan FORPIS Kabupaten Banyumas melalui pemilihan koordinator periode 2026–2027.
PMI berharap para peserta tidak hanya membawa pulang sertifikat, tetapi juga memiliki karakter yang lebih kuat, keterampilan yang meningkat, serta komitmen untuk terus mengembangkan gerakan kemanusiaan di Banyumas.