Berburu Takjil : Ritual Tahunan di Bulan Ramadhan
Spektroom - Di Bandar Lampung, tradisi ini bukan sekadar aktivitas kuliner, tetapi juga cerminan budaya, dinamika ekonomi, dan manifestasi kearifan lokal yang terus hidup dari generasi ke generasi.
Dari pasar tradisional hingga pedagang kaki lima di pinggir jalan, berburu takjil adalah ritual tahunan yang menyatukan berbagai lapisan masyarakat dalam harmoni khas bulan suci.
Spektroom Production
Takjil bukan sekadar hidangan berbuka puasa. Dalam perspektif Islam, berbuka dengan makanan ringan adalah bagian dari sunnah Nabi Muhammad saw, yang menganjurkan umatnya untuk memulai berbuka dengan kurma atau air sebelum melanjutkan dengan makanan berat
Namun, dalam praktiknya, takjil telah berkembang menjadi fenomena budaya yang berakar pada selera, tradisi, dan kearifan lokal masing-masing daerah
Di Bandar Lampung, berburu takjil menjadi agenda rutin yang ditunggu-tunggu. Sejak pukul empat sore, masyarakat mulai memadati titik-titik penjualan takjil, dari kawasan Tugu Adipura hingga sepanjang Jalan Raden Intan, Jalan Pangeran Antasari, dan Pasar Bambu Kuning.
Berbagai makanan khas hadir di Pasar Rakyat Wayhalim, seperti kolak pisang, es timun suri, cendol, serabi, pempek, hingga bubur kampiun yang menjadi favorit banyak orang.
Menariknya, takjil di Bandar Lampung tidak hanya mencerminkan cita rasa lokal, tetapi juga akulturasi budaya yang unik. Sebagai kota yang menjadi titik pertemuan berbagai etnis; Lampung, Jawa, Minang, Palembang, Tionghoa, hingga Arab, variasi takjil yang dijajakan turut mencerminkan keberagaman ini.
Selain itu, ada juga seruit, hidangan khas Lampung yang biasanya terdiri dari ikan bakar yang dicampur dengan sambal terasi dan tempoyak (fermentasi durian). Meskipun bukan makanan ringan, beberapa keluarga tetap menyajikan seruit dalam menu berbuka mereka sebagai bentuk pelestarian kuliner khas daerah.
Kolak pisang, misalnya, merupakan hidangan khas yang hampir selalu hadir di setiap rumah selama Ramadan. Di Lampung, pisang bukan sekadar buah, tetapi juga bagian dari kehidupan masyarakat.
Berbagai jenis pisang tumbuh subur di daerah ini, mulai dari pisang kepok, pisang raja, hingga pisang tanduk, yang semuanya bisa diolah menjadi berbagai jenis makanan, termasuk takjil.
Kita bisa menemukan kelembutan serabi khas Jawa di satu sudut, lalu bergeser sedikit dan menjumpai es kacang merah ala Tionghoa, hingga pempek Palembang yang selalu menjadi primadona.
Berburu takjil di Bandar Lampung bukan hanya soal memuaskan selera, tetapi juga fenomena ekonomi yang menarik. Ramadan membawa berkah bagi para pedagang kecil dan menengah.
Banyak warga yang memanfaatkan momentum ini untuk berjualan makanan dan minuman berbuka, baik di pasar tradisional maupun di pinggir jalan.(@Ng).