Bertugas Selama 12 Hari,  Tim Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit Berangkat ke Sumatra Barat

Bertugas Selama 12 Hari,  Tim Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit Berangkat ke Sumatra Barat
Tim Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit (Foto Diskominfotik Lampung).

Spektroom - Seluruh masyarakat Lampung dimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana akibat fenomena hidrometeorologi basah. 

Periode cuaca ekstrem ini diprediksi akan terus berlangsung hingga Februari 2026 dengan intensitas curah hujan yang tinggi.

Hal tersebut disampaikan oleh Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung, Wahyu Hidayat, di sela-sela kegiatan pelepasan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat, yang berlangsung di Halaman Kantor Gubernur Lampung, Kamis (11/12/2025).

Wahyu Hidayat - Analis Bencana BPBD Provinsi Lampung (Foto Diskominfotik Lampung).

Wahyu menjelaskan bahwa fase hidrometeorologi basah di Lampung telah dimulai sejak dasarian kedua Oktober, tepatnya 11 Oktober 2025. Kondisi ini membawa sejumlah potensi ancaman bencana yang harus diantisipasi oleh masyarakat.

“Waspadai perubahan cuaca yang cepat. Terutama bagi masyarakat yang berada di pinggir pantai dan bantaran sungai. Potensi yang muncul ditandai dengan curah hujan tinggi, kemungkinan angin kencang, banjir rob di pesisir, serta banjir bandang,” ujar Wahyu.

Berdasarkan pemetaan BPBD, ancaman hidrometeorologi ini merata di seluruh wilayah Provinsi Lampung. Namun, perhatian khusus diberikan pada wilayah yang dialiri sungai besar seperti Lampung Timur dan Lampung Selatan. 

Wahyu menekankan bahwa luapan sungai di hilir bisa terjadi akibat hujan deras di hulu, meskipun kondisi cuaca di hilir tampak kondusif.

Sejumlah wilayah tercatat telah mengalami insiden kebencanaan awal, di antaranya Tulang Bawang Barat, Tanggamus, dan sebagian Lampung Selatan.

“Gejala-gejala ini harus meningkatkan kesiapsiagaan kita bahwa kita berada di sekitar zona bahaya,” tegasnya.



Selain memantau informasi resmi melalui kanal BMKG dan BPBD, Wahyu juga memberikan edukasi terkait tanda-tanda alam yang dapat diamati secara visual oleh masyarakat. Salah satu indikator kuat potensi angin kencang atau puting beliung adalah kemunculan awan berbentuk seperti kembang kol (Cumulonimbus).

Dikesempatan yang sama Kepala BPBD Provinsi Lampung, Rudy Sjawal Sugiarto, menyampaikan bahwa pemberangkatan Relawan Lampung untuk Sumatra Bangkit ke Sumatra Barat ini merupakan gelombang kedua dalam rangkaian respons tanggap darurat bencana. 

"Keberangkatan Relawan Lampung untuk Sumatera Bangkit ini adalah yang kedua kali. Pada respon tanggap darurat pertama, sejumlah elemen relawan seperti PMI, MDMC, Caritas, Rumah Zakat, dan Ansor telah lebih dulu hadir di lokasi terdampak, baik di Sumatera Barat, Aceh, hingga Sibolga," ujar Rudy Sjawal. 

Pada gelombang kedua ini, tim relawan difokuskan untuk bertugas selama 12 hari pada masa tanggap darurat kedua. Tim gabungan ini terdiri dari berbagai organisasi kemanusiaan dan komunitas dengan personel yang siap diterjunkan ke lokasi bencana di Sumatra Barat. (@Ng).

Berita terkait

Senam Sehat D’Aero Komunitas dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai CFD Salero Ternate

Senam Sehat D’Aero Komunitas dan Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warnai CFD Salero Ternate

Spektroom – Dalam mendukung dan menjaga kesehatan masyarakat sekaligus mendukung Program Kesehatan, D’Aero Komunitas Ternate (Health & Energy) melaksanakan kegiatan rutin senam sehat setiap hari Minggu yang dirangkaikan dengan pemeriksaan kesehatan gratis bagi masyarakat. Kegiatan berlangsung di area Car Free Day (CFD) Salero Kota Ternate  Minggu pagi (1/2/2026)

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Tim Ops Pekat Polda Maluku Gelar Patroli Dialogis, Cegah Aksi Kriminalitas di Pusat Perbelanjaan

Tim Ops Pekat Polda Maluku Gelar Patroli Dialogis, Cegah Aksi Kriminalitas di Pusat Perbelanjaan

Spektroom- Tim Operasi Pemberantasan Penyakit Masyarakat (Pekat) Salawaku Polda Maluku, gencar melaksanakan patroli dialogis di tempat-tempat keramaian seperti di pusat perbelanjaan, pasar, hingga terminal angkutan umum. Sabtu (31/1/2026). Kegiatan ini bertujuan mencegah terjadinya aksi premanisme, peredaran minuman keras ilegal, narkoba, prostitusi hingga kejahatan lainnya yang kerap meresahkan masyarakat.

Eva Moenandar, Pelinus Latuheru