BI Ajak Masyarakat Belanja Bijak Jelang Idul Fitri untuk Menjaga Stabilitas Harga
Semarang-Spektroom: Bank Indonesia mengingatkan masyarakat agar berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan menjelang Ramadan dan Idul Fitri 1447 Hijriah. Perilaku konsumsi yang rasional dinilai dapat membantu menjaga stabilitas harga bahan pokok di tengah meningkatnya permintaan.
Imbauan tersebut disampaikan Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, saat membuka kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Jawa Tengah di Kantor Kecamatan Semarang Barat, Jumat (6/3/2026).
Program ini merupakan bagian dari langkah pengendalian inflasi menghadapi periode peningkatan konsumsi masyarakat.
Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan karena pasokan di Jawa Tengah masih dalam kondisi aman. Oleh sebab itu, ia mengimbau warga tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying.
“Stok pangan di Jawa Tengah cukup. Masyarakat diharapkan berbelanja sesuai kebutuhan sehingga tidak memicu kenaikan harga,” kata Nugroho.
Ia memaparkan, inflasi Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sekitar 0,76 persen secara bulanan dan 4,43 persen secara tahunan. Angka tersebut masih lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang mencapai 4,76 persen.
Meski demikian, pihaknya tetap mengantisipasi potensi kenaikan harga yang biasanya terjadi menjelang hari besar keagamaan. Untuk itu, Bank Indonesia bersama pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dalam pengendalian inflasi.
Langkah yang dilakukan antara lain menjaga ketersediaan pasokan, menggelar operasi pasar melalui gerakan pangan murah, memastikan distribusi berjalan lancar, serta memperkuat komunikasi kepada masyarakat.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengatakan meningkatnya mobilitas masyarakat saat musim mudik berpotensi mendorong kenaikan permintaan bahan pokok. Oleh karena itu, pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota terus memperbanyak pelaksanaan operasi pasar dan gerakan pangan murah.
Menurut Ahmad Lutfhi, upaya tersebut penting agar masyarakat tetap dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau selama Ramadan hingga Lebaran.
“Melalui gerakan pangan murah ini diharapkan inflasi tetap terkendali dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi dengan baik,” ujarnya.
Ning.B.