BI dan Pemkot Semarang Gencarkan Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan

BI dan Pemkot Semarang Gencarkan Stabilitas Harga Pangan Jelang Ramadan
Jelang Idul Fitri BI dan Pemkot Semarang Gencarkan Stabilitas Harga Pangan ( Foto : Ning B).

Semarang-Spektroom: Bank Indonesia (BI) bersama Pemerintah Kota Semarang memperkuat upaya pengendalian inflasi menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Salah satu langkah yang dilakukan adalah memperluas pelaksanaan gerakan pangan murah untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok di masyarakat.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah, M. Noor Nugroho, mengatakan inflasi Jawa Tengah pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,76 persen secara bulanan (month to month). Angka tersebut sedikit lebih tinggi dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 0,68 persen.

Menurutnya, kenaikan inflasi tersebut dipengaruhi meningkatnya permintaan bahan pangan menjelang Ramadan dan Idulfitri. Sementara itu, inflasi di Kota Semarang tercatat sebesar 0,67 persen, lebih rendah dibandingkan tingkat inflasi di Jawa Tengah maupun nasional.

“Tekanan inflasi di Kota Semarang terutama berasal dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan inflasi sekitar 2,04 persen,” ujarnya.

Beberapa komoditas yang berkontribusi terhadap kenaikan harga antara lain daging ayam ras, cabai rawit, bawang merah, cabai merah, serta telur ayam ras. Peningkatan harga komoditas tersebut dipicu oleh tingginya permintaan masyarakat dan terbatasnya pasokan pada bulan Romadon.

Meski demikian, memasuki Maret 2026 kondisi harga pangan di Kota Semarang relatif lebih terkendali. Sejumlah komoditas utama seperti beras, daging sapi, daging ayam ras, telur ayam ras, dan gula pasir tercatat stabil.

Bahkan harga cabai rawit hijau mengalami penurunan dari sekitar Rp57.000 menjadi Rp48.000 per kilogram. Namun harga cabai rawit merah masih mengalami kenaikan dari sekitar Rp75.000 menjadi Rp86.000 per kilogram.

Untuk menjaga stabilitas harga, BI bersama pemerintah daerah memperkuat strategi pengendalian inflasi melalui pendekatan 4K, yakni menjaga ketersediaan pasokan, keterjangkauan harga, kelancaran distribusi, serta memperkuat komunikasi yang efektif kepada masyarakat.

Sementara itu, Wali Kota Semarang, Agustina Wilujeng Pramestuti, menyampaikan bahwa Pemkot Semarang terus menggencarkan operasi pasar dan gerakan pangan murah di berbagai wilayah. Hingga saat ini tercatat sebanyak 240 kegiatan gerakan pangan murah telah dilaksanakan di 177 kelurahan.

“Melalui program ini masyarakat diharapkan dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau menjelang Lebaran,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut masyarakat juga dapat membeli paket sembako murah seharga Rp50.000 menggunakan kupon. Paket tersebut berisi beberapa kebutuhan pokok seperti beras, gula pasir, minyak goreng, dan telur.

Pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk berbelanja secara bijak agar ketersediaan bahan pangan tetap terjaga sehingga stabilitas harga dapat dipertahankan menjelang Idulfitri. (Ning.B).

Berita terkait