BKKBN Malut Gelar Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Dalam Menyongsong Generasi Emas 2045
Spektroom – Dalam memberikan pemahaman pembangunan keluarga dan kependudukan terhadap Sekolah, Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara melaksanakan kegiatan Orientasi Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) untuk jenjang SD/MI, SMP/MTs, dan SMA/SMK/MA, Selasa (2/12/2025).
Kegiatan yang dilaksanakan di ruang rapat Perwakilan BKKBN ini dibuka Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, M.K.M., AIFO-K, didampingi Sekretaris Ansar Djainahu, S.Sos., dan Ketua Tim Kerja Dalduk Jubair Manggis, SH.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Maluku Utara, dr. Victor Palimbong, mengatakan, Indonesia telah memasuki bonus demografi sejak 2012 dan akan berakhir Pada Tahun 2040. Kondisi ini membuka peluang besar bagi pertumbuhan ekonomi, karena jumlah penduduk usia produktif lebih besar dari usia tidak produktif. Namun, peluang ini hanya akan menjadi manfaat jika dipersiapkan dengan baik.
Ia mengingatkan, jika tidak dikelola secara tepat, bonus demografi bisa berubah menjadi beban demografi. Karena itu, generasi muda perlu dipersiapkan melalui pendidikan, kesehatan, dan penguatan kualitas sumber daya manusia.
dr. Victor juga menyoroti peringkat IQ Indonesia yang masih berada pada posisi 130 secara global, jauh tertinggal dari Jepang yang menduduki peringkat pertama dan mampu memaksimalkan bonus demografi hingga dua kali.
Menurut dr. Victor, Angka Total Fertilitas Rate (TFR) Provinsi Maluku Utara meningkat dari 2,41 pada Tahun 2023 menjadi 2,43 pada Tahun 2024. Meski demikian, ia optimis target penurunan TFR menuju 2,33 dapat tercapai berkat pencapaian program KB yang tergolong baik di Nasional pada Tahun ini.
Di kesempatan itu juga Kepala BKKBN Maluku Utara membagikan pengalaman mengenai kasus kehamilan remaja yang memprihatinkan, di mana seorang anak perempuan dengan kondisi fisik yang belum siap harus melahirkan hingga menyebabkan kepala bayi menjadi terkompresi. Contoh ini menegaskan pentingnya pendidikan bahayanya Pernikahan Dini dan Kespro
Ia menambahkan bahwa kekayaan alam Maluku Utara yang melimpah tidak akan bertahan selamanya. Namun, bila digunakan untuk investasi pendidikan dan peningkatan kualitas SDM, manfaatnya akan dirasakan hingga akhir hayat. Ia menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru sebagai pahlawan tanpa tanda jasa.
Kegiatan orientasi ini berlangsung satu hari dan melibatkan berbagai pemangku kepentinga diantaranya Kepala sekolah dan guru dari jenjang SD, SMP, dan SMA/sederajat , Kementerian Agama Provinsi Maluku Utara, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi serta Kabupaten/Kota
OPD KB Kabupaten/Kota dan PKB/PLKB.
Narasumber pada kegiatan ini Direktorat Pengelolaan Kerja Sama Pendidikan Kependudukan BKKBN Miptah Abdurojak Romli, S.Sos dengan materi kebijakan program SSK serta pentingnya pemahaman pembangunan keluarga dan kependudukan sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan penduduk yang seimbang. Juga dari SMPN 5 Lembang Jawa Barat Enung Hodijah, M.Pd menjelaskan cara integrasi materi kependudukan ke dalam kurikulum melalui Mata pelajaran, Kegiatan ekstrakurikuler, Muatan lokal dan Modul ajar.