BMKG Keluarkan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem dan Gelombang Tinggi di Wilayah Maluku Utara
Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Senin (13/4/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 13 - 19 April 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan melalui Forecaster On Duty Marini Zahrina Ismah Albaar dalam releasenya mengatakan, kondisi dinamika atmosfir saat ini terpantau adanya belokan, perlambatan dan pertemuan angin di wilayah Maluku Utara yang menyebabkan terjadinya penumpukan masa udara disekitar Wilayah Maluku Utara yang berperan pada penumpukan masa udara awan hujan konfekrif.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan hujan ringan hingga sedang, Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Zahrina.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang.
Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
13 - 14 April 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kota Ternate, Kepulauan Tidore, Kabupaten Halmahera Selatan, Halmahera Timur, Kepulauan Sula dan Pulau Taliabu dan sekitarnya.
15 - 16 April 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan diprakirakan terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Kota Ternate, Kepulauan Tidore, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
17 - 19 April 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Halmahera Tengah, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
Kepada Pemerintah daerah dan masyarakat BMKG mengimbau agar memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Zahrina.
Kepada nakhoda maupun motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi Laut gelombang tinggi jangan memaksakan kehendak untuk berlayar dan menangguhkan keberangkatan demi keselamatan.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.