BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara

BMKG Keluarkan Peringatan Dini Gelombang Tinggi di Perairan Maluku Utara
Sumber BMKG

Ternate-Spektroom : BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi pada sebagian besar perairan di wilayah Maluku Utara mulai tanggal 5 - 8 Maret 2026.

BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Prakirawan Muhammad Fauzi Bintiang dalam releasenya Rabu (4/3/2026) mengatakan, pola angin di wilayah Indonesia bagian Utara umumnya bergerak dari Barat Laut hingga Timur Laut dengan kecepatan angin berkisar 5 - 20 knot.

Sedangkan wilayah Indonesia bagian Selatan umumnya bergerak dari Barat hingga Utara dengan kecepatan angin berkisar 6 - 30 knot.

"Tinggi gelombang di perairan Maluku Utara rata-rata mencapai 1,25 - 2,5 meter," ujar Muhammad Fauzi.

Tinggi gelombang tersebut berpeluang terjadi di perairan Tenggara Morotai, Timur Laut Morotai, perairan Kepulauan Loloda, Kepulauan Batang Dua, perairan Ternate, Perairan Barat Bacan, Barat Daya Obi, Utara Mangoli, dan Perairan Barat Laut Obi.

Disamping itu juga perairan Barat Laut Morotai, Tenggara Morotai, perairan Halmahera Barat, perairan Timur Kepulauan Halmahera, Barat Kayoa, perairan Gebe, Timur Sanana, Utara Taliabu serta perairan Barat Daya Morotai. 

Dengan kondisi ini beresiko terhadap keselamatan pelayaran, perahu nelayan apabila kecepatan angin mencapai 15 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,25 meter, Kapal tongkang apabila kecepatan angin mencapai 16 knot dan tinggi gelombang mencapai 1,5 meter.

Kepada nakhoda juga motoris serta masyarakat pengguna jasa transportasi diminta untuk tingkatkan kewaspadaan dalam berlayar, jika kondisi laut gelombang tinggi jangan memaksakan untuk berlayar demi keselamatan.

Berita terkait

Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme

Menteri Dody Kukuhkan Pengurus LPJK 2025–2029, Perkuat Profesionalisme

Jakarta – Spektroom:  Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengukuhkan Pengurus Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK) Periode 2025–2029 sebagai langkah memperkuat profesionalisme sektor jasa konstruksi nasional guna mendukung peningkatan kualitas infrastruktur dan efisiensi pembangunan. Pengukuhan dilaksanakan di Jakarta, Rabu  (4/3/2026), sebagai bagian dari upaya penguatan tata kelola sektor

Nurana Diah Dhayanti