BMKG Peringatkan Potensi Angin Kencang di Maluku Utara hingga 4 Oktober, Warga Diminta Waspada
Ternate-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi hujan ringan dan angin kencang di wilayah Provinsi Maluku Utara selama sepekan, mulai 28 September hingga 4 Oktober 2026.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi atmosfer yang berpotensi mendukung pembentukan awan hujan di sejumlah wilayah Maluku Utara. Masyarakat juga diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak cuaca kering, termasuk kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate, Desindra Deddy Kurniawan, melalui Forecaster On Duty Dhea Widyasista, dalam keterangan tertulisnya, Senin (28/9/2026), menjelaskan bahwa dinamika atmosfer secara umum tidak memberikan pengaruh signifikan terhadap wilayah Maluku Utara.
Namun, pola belokan angin, faktor lokal, serta anomali suhu muka laut yang aktif dalam menambah massa uap air di sekitar Laut Maluku berpotensi mendukung pembentukan awan di wilayah tersebut.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah hingga hujan ringan di seluruh wilayah Maluku Utara,” ujar Dzikri dalam keterangan tersebut.
Potensi Angin Kencang di Sejumlah Wilayah
BMKG merinci prakiraan cuaca Maluku Utara dalam tiga periode. Pada 28–29 September 2026, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan, dengan potensi hujan ringan di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan sekitarnya.
Sementara itu, potensi angin kencang diprakirakan terjadi di Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, dan sekitarnya.
Pada 30 September–1 Oktober 2026, kondisi cuaca masih didominasi cerah berawan. Potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan sekitarnya.
Adapun potensi angin kencang masih mengancam wilayah yang sama, meliputi kabupaten dan kota di Maluku Utara, termasuk Ternate dan Tidore Kepulauan.
Memasuki 2–4 Oktober 2026, cuaca diprakirakan cerah berawan dengan potensi hujan ringan di Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, dan sekitarnya. Potensi angin kencang juga masih perlu diwaspadai di berbagai wilayah Maluku Utara.
Warga Diminta Antisipasi Kekeringan dan Karhutla
Selain memperhatikan potensi angin kencang, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak mengabaikan risiko kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan akibat kondisi cuaca yang relatif kering serta berkurangnya curah hujan.
Pemerintah daerah bersama masyarakat diimbau memastikan kesiapan infrastruktur dan fasilitas umum untuk mengantisipasi dampak cuaca. Pemeriksaan terhadap kondisi pohon besar, papan reklame, dan atap bangunan perlu dilakukan guna mengurangi risiko kerusakan maupun kecelakaan akibat angin kencang.
Masyarakat juga diminta menghindari berteduh di bawah pohon, baliho, atau bangunan yang rentan roboh ketika angin bertiup kencang.
“Masyarakat diharapkan dapat melakukan penghematan penggunaan air, menjaga kebersihan lingkungan, serta tidak melakukan pembakaran lahan maupun sampah secara sembarangan yang dapat memicu terjadinya kebakaran hutan dan lahan pada kondisi cuaca kering,” kata Dhea.
BMKG turut mengimbau masyarakat untuk menjaga ketersediaan dan pengelolaan sumber daya air guna memenuhi kebutuhan selama periode curah hujan rendah.
Nakhoda Diminta Utamakan Keselamatan Pelayaran
Peringatan dini tersebut juga ditujukan kepada para nakhoda, motoris, serta masyarakat pengguna jasa transportasi laut di Maluku Utara.
Mereka diminta meningkatkan kewaspadaan saat berlayar, terutama apabila terjadi angin kencang dan gelombang laut tinggi. Jika kondisi cuaca dinilai membahayakan keselamatan, keberangkatan kapal diminta ditunda dan pelayaran tidak dipaksakan.
BMKG mengajak seluruh pemangku kepentingan dan komponen masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana hidrometeorologi selama periode prakiraan tersebut.
Masyarakat dapat memantau perkembangan cuaca melalui kanal resmi BMKG, yakni Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, WhatsApp +62 812-4112-8229, serta situs cuaca.bmkg.go.id .
Informasi juga tersedia melalui aplikasi Info BMKG di Play Store dan App Store, email stamet.tternate@bmkg.go.id, serta Call Center 196.
BMKG mengingatkan masyarakat agar terus mengikuti pembaruan informasi cuaca dan menyesuaikan aktivitas dengan kondisi aktual di wilayah masing-masing demi menjaga keselamatan bersama.