BMKG Pastikan Tidak Ada Titik Panas Di Mimika

BMKG Pastikan Tidak Ada Titik Panas Di Mimika
Forecaster BMKG Moses Kilangin Mimika Dwi Cristanto sedang pantau kondisi cuaca.( foto: BMKG Mimika)

Mimika-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memastikan tidak menemukan titik panas atau hotspot di wilayah Mimika pada 30 September 2026.

Forecaster BMKG Mozes Kilangin Mimika, Dwi Christanto, Kamis 1 Oktober 2026, mengatakan kondisi kabut asap yang terjadi di Mimika diduga berkaitan dengan adanya titik panas di wilayah Papua Selatan, khususnya Merauke.

"Untuk wilayah Timika tidak ada titik panas. Tidak ditemukan hotspot untuk tanggal 30 kemarin. Sedangkan dari laporan Merauke, titik hotspot di wilayah Papua Selatan cukup banyak dan masih kami pantau setiap hari," kata Dwi.

Sesuai pemantauan Stasiun Klimatologi Papua Selatan di Merauke, tercatat sebanyak 2.310 titik hotspot pada 30 September 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 165 titik dengan tingkat kepercayaan rendah, 1.920 titik tingkat sedang, dan 225 titik dengan tingkat kepercayaan tinggi.

Lamanya kabut asap bertahan di suatu wilayah sulit diprediksi karena sangat bergantung pada sumber api dan kondisi angin. Semakin banyak aktivitas pembakaran yang menghasilkan titik api, semakin besar pula potensi asap menyebar ke wilayah lain.

"Tidak dapat dipastikan sampai kapan, karena sumbernya bukan dari kita. Jadi titik apinya sendiri yang harus selesai. Tidak boleh ada lagi pembakaran," ujarnya.

Dari aspek meteorologi, pola angin di wilayah Indonesia pada umumnya bergerak dari arah timur dan tenggara menuju barat laut hingga utara. Kondisi tersebut memungkinkan asap dari Papua Selatan bergerak menuju wilayah Mimika.

Sementara itu, berdasarkan analisis sebaran asap BMKG per 1 Oktober 2026 pukul 10.00 WIT, pergerakan asap masih terpantau dari wilayah Papua Selatan menuju sejumlah wilayah lainnya. Data sebaran asap tersebut diperbarui secara berkala oleh BMKG Pusat.

Kondisi tersebut diperparah dengan rendahnya potensi curah hujan di Papua Selatan. Berdasarkan prediksi Stasiun Klimatologi Papua Selatan, curah hujan pada 1 hingga 10 Oktober 2026 diperkirakan berada pada kategori rendah, sekitar 0 hingga 10 milimeter.

Ia menambahkan, kondisi itu berkaitan dengan pengaruh El Nino yang saat ini cukup kuat. disertai kemarau, sehingga jumlah curah hujannya sedikit.

Berita terkait

Raih Prestasi di Kriyanusa , Momentum dan Langkah Baru NTB Menembus Pasar Global

Raih Prestasi di Kriyanusa , Momentum dan Langkah Baru NTB Menembus Pasar Global

Jakarta-Spektroom : Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali menorehkan prestasi dalam ajang Kriyanusa 2026. NTB berhasil meraih penghargaan sebagai Stand Terfavorit dan Juara I Kriya Berbahan Kayu, khususnya melalui produk kerajinan cukli. Capaian tersebut menjadi kebanggaan sekaligus motivasi bagi para pengrajin NTB untuk terus berkarya, meningkatkan kualitas, serta menghasilkan produk kerajinan

Marsam Putrangga, Julianto
BPVP Banyuwangi dan Disnaker Jember Bahas Data PHK untuk Penyusunan Program Pelatihan Vokasi

BPVP Banyuwangi dan Disnaker Jember Bahas Data PHK untuk Penyusunan Program Pelatihan Vokasi

Jember-Spektroom : Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banyuwangi melakukan audiensi dan koordinasi bersama Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Jember pada Kamis, (01/10/2026). Audiensi dan koordinasi ini membahas data serta informasi tenaga kerja yang terdampak Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

Budi Sucahyono, Julianto