BMKG Peringatkan Potensi Hujan dan Angin Kencang Masih Terjadi di Maluku Utara 15 - 21 Januari 2026
Spektroom - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang juga gelombang tinggi di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Kamis (15/1/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 15 hingga 21 Januari 2026.
Forecaster On Duty Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Muhammad Dzikri Abdul Fattah dalam release mengatakan, kondisi dinamika atmosfir saat ini terpantau adanya belokan serta pertemuan angin yang menyebabkan terjadinya penumpukan massa udara di sekitar wilayah Maluku Utara. Kondisi tersebut wilayah Maluku Utara Berawan dan hujan ringan.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Fahmi.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
15 - 16 Januari 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula serta Pulau Taliabu dan sekitarnya.
17 - 18 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang, diprakirakan terjadi di sebagian kecil wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula dan sekitarnya.
19 - 21 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan kembali terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Kota Ternate, Kota Tidore Kepulauan, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
Untuk Pemerintah daerah dan masyarakat BMKG mengimbau agar memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat juga diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Sakimin.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.