BMKG Peringatkan Wilayah Maluku Utara Masih Berpotensial Hujan dan Angin Kencang 22 - 28 Januari 2026
Spektroom - BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate mengeluarkan peringatan dini cuaca terkait potensi peningkatan curah hujan dan angin kencang juga gelombang tinggi di wilayah Provinsi Maluku Utara. Peringatan dini yang dirilis Kamis (22/1/2026) berlaku untuk seminggu kedepan periode 22 hingga 28 Januari 2026.
Kepala BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate Desindra Deddy Kurniawan dalam releasenya mengatakan, kondisi dinamika atmosfir saat ini terpantau adanya sikulasi di wilayah perairan Samudera Pasifik Utara Papua yang berdampak secara tidak langsung terhadap peningkatan kecepatan angin di wilayah Maluku Utara.
“Secara umum, cuaca di Maluku Utara selama periode tersebut diprakirakan cerah berawan - berawan hingga hujan ringan. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan curah hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat terjadi secara fluktuatif pada pagi, siang, sore, malam, hingga dini hari,” ujar Desindra.
BMKG juga mengingatkan potensi dampak turunan dari fenomena hidrometeorologi tersebut, antara lain banjir, banjir bandang, tanah longsor, pohon tumbang, berkurangnya jarak pandang, serta angin kencang. Prakiraan cuaca di Maluku Utara secara rinci adalah sebagai berikut:
22 - 23 Januari 2026 Berpotensi terjadi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang disertai petir dan angin kencang di sebagian kecil wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Utara, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Selatan, Halmahera Tengah, Kepulauan Sula serta Pulau Taliabu dan sekitarnya.
24 - 25 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas ringan hingga sedang yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan kembali terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai, Halmahera Barat, Halmahera Timur, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan, Kepulauan Sula, Pulau Taliabu dan sekitarnya.
26 - 28 Januari 2026 Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan kembali terjadi di sebagian besar wilayah Kabupaten Pulau Morotai serta Halmahera Barat dan sekitarnya.
Kepada Pemerintah daerah dan masyarakat BMKG mengimbau agar memastikan kesiapan infrastruktur serta sistem pengelolaan sumber daya air dalam mengantisipasi peningkatan curah hujan. Selain itu, koordinasi dan komunikasi antarinstansi terkait perlu ditingkatkan guna mendukung kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi.
“Masyarakat diharapkan mengenali potensi bencana di lingkungan masing-masing dan mulai melakukan upaya pengurangan risiko, seperti tidak membuang sampah sembarangan, bergotong royong menjaga kebersihan lingkungan, serta menata kawasan sekitar tempat tinggal,” kata Sakimin.
Para pemangku kepentingan dan seluruh komponen masyarakat dapat meningkatkan kesiapsiagaan terhadap potensi terjadinya bencana hidrometrologi di wilayah Maluku Utara dan selalu mengikuti informasi resmi dari Stasiun Meteorologi Kelas I Sultan Baabullah Ternate melalui Instagram @bmkg_malut, Facebook Stamet Sultan Babullah Ternate, Whatsapp +62812-4112-8229, Email : stamet.tternate@bmkg.go.id, website : https://cuaca.bmkg.go.id, Aplikasi Playstore/Appstore : Info BMKG dan Call Centre 196.