BMKG Ternate Catat 76 Kali Gempa Susulan, 5 Diantaranya Dirasakan
Ternate-Spektroom : Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas III Ternate, Maluku Utara mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan akibat gempa Magnitudo 7,6.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas III Ternate Gede Eriksana Yasa, pada Kamis, (02/04/2026) menjelaskan, masih terjadinya gempa-gempa susulan sehingga masyarakat diminta tetap waspada, meskipun kekuatannya sudah kecil dari gempa utama.
"Masyarakat agar tetap tenang, tidak panik, namun tetap waspada, serta selalu mengikuti informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah," ujar Erik sana.
Menurutnya, gempa yang terjadi pada pukul 07.48 WIT dengan magnitudo awal 7,6 kemudian dimutakhirkan menjadi magnitudo 7,3. Episenter gempa berada di koordinat 1,25 lintang utara dan 126,27 bujur timur, atau sekitar 127–129 kilometer tenggara Bitung, dengan kedalaman antara 18 hingga 62 kilometer.
BMKG mencatat hingga siang tadi sedikitnya 76 kali gempa susulan terjadi setelah gempa utama dan 5 gempa diantaranya dirasakan. Hal ini menandakan aktivitas tektonik di wilayah tersebut masih berlangsung dan berpotensi memicu gempa susulan.
Dijelaskan pula, gempa yang terjadi disebabkan aktivitas lempeng di Laut Maluku, tepatnya akibat mekanisme sesar naik (thrust fault). Wilayah pertemuan antara Lempeng Laut Maluku dengan sistem patahan di kawasan Sangihe dan Halmahera dikenal sebagai salah satu sumber gempa aktif di Indonesia.
"Laut Maluku memang banyak patahan aktif sehingga menjadi salah satu sumber gempa terbanyak, khususnya di bagian barat Halmahera," ujarnya.