BPJT bersama Tol Trans Jabar (Tol Bocimi) Persiapkan Kelancaran Mudik Libur Akhir Tahun (Nataru)

BPJT bersama Tol Trans Jabar (Tol Bocimi) Persiapkan Kelancaran Mudik Libur Akhir Tahun (Nataru)
BPJT Bersama Tol Trans Jabar ( Bocimi) saat media brifing di kantor Tol trans jabar ( Spektroom/ dd)

Spektroom - Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT) dan Tol Trans Jabar  memastikan kesiapan penuh infrastruktur dan layanan operasional di ruas Tol Ciawi–Sukabumi (Cisuka) atau lebih dikenal Bocimi, ( Bogor,Ciawi, Sukabumi)  menjelang puncak mobilitas masyarakat pada periode Natal 2025 dan Tahun Baru 2026.( Nataru) .

Langkah antisipasi ini diambil untuk mengantisipasi peningkatan signifikan lalu lintas yang diperkirakan akan terjadi di wilayah Bogor dan Sukabumi selama libur akhir tahun. Tol Bocimi  yang membentang sepanjang 26,40 kilometer, menjadi akses vital menuju berbagai destinasi wisata dan permukiman di wilayah selatan Jawa Barat.

Untuk menjamin kelancaran dan kenyamanan pengguna jalan, PT Trans Jabar Toll selaku operator diminta untuk memperkuat seluruh aspek pelayanan. Posko Nataru didirikan di Gerbang Tol Parungkuda sebagai pusat komando untuk pengawasan, koordinasi lalu lintas, dan manajemen insiden. Petugas juga disiagakan di titik-titik rawan kepadatan dan area dengan kontur jalan yang memerlukan perhatian ekstra.

Fokus utama pelayanan tidak hanya pada kelancaran arus kendaraan, tetapi juga pada keselamatan pengguna jalan. BPJT mewajibkan operator untuk memenuhi seluruh Standar Pelayanan Minimum (SPM), mencakup kondisi jalan, aksesibilitas, kecepatan tempuh, mobilitas, dan kesiagaan unit pertolongan darurat. Seluruh armada layanan darurat, seperti mobil derek, ambulans, dan kendaraan rescue, telah disiagakan.

Gerbang Tol Caringin Tol Bocimi ( Spektroom/ dd)

Selain itu, Disaster Relief Unit (DRU) yang dilengkapi peralatan penanganan cepat dan material darurat, termasuk Cold Mix untuk perbaikan jalan, juga diaktifkan sebagai antisipasi terhadap potensi kerusakan jalan akibat musim penghujan.

Terkait rekayasa lalu lintas, Kepala BPJT, Wilan Oktavian, menyatakan bahwa skenario khusus seperti contra-flow tidak akan diterapkan di Tol Ciawi–Sukabumi. Hal ini dikarenakan masih adanya pekerjaan penambahan lajur yang belum selesai sepenuhnya di Jalur B Km 43-46.

“Manajemen lalu lintas akan difokuskan pada koordinasi antara Gerbang Tol Parungkuda dan Gerbang Tol Cigombong untuk menjaga kelancaran arus,” ujar Wilan.

Sebagai upaya memprioritaskan pergerakan kendaraan pribadi, pembatasan terhadap kendaraan angkutan hasil tambang, galian, dan bahan bangunan akan diberlakukan 24 jam penuh pada beberapa tanggal tertentu di bulan Desember 2025 dan Januari 2026 di Seksi Cigombong–Cibadak.

BPJT mengimbau pengguna jalan untuk memanfaatkan saluran darurat resmi seperti Call Center 14080 atau nomor darurat BUJT setempat jika memerlukan bantuan.

Berita terkait

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Hadapi Arus Mudik Lebaran 2026 di Maluku Utara, BASARNAS Siagakan 112 Personel

Ternate–Spektroom : Menghadapi pelaksanaan arus mudik Lebaran tahun 2026 di wilayah Provinsi Maluku Utara, BASARNAS Ternate menyiagakan personel sebanyak 112 personel. Ratusan personel yang disiagakan tersebut ditempatkan pada sejumlah posko gabungan yang tersebar di beberapa titik strategis. Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani mengatakan, para personel BASARNAS yang disiapsiagakan telah

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

KSOP Pastikan Penumpang Tujuan Sanana Akan Terangkut Semua

Ternate-Spektroom : Menyikapi membeludaknya penumpang arus mudik route Ternate - Sanana, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate menyiapkan penambahan armada transportasi untuk route atau jurusan tersebut. Banyaknya penumpang arus mudik pada route tersebut yang mengakibatkan sebagian penumpang tidak terangkut, disikapioleh KSOP dengan menyiapkan satu kapal yaitu KM. Uki

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru