Bulan Juli, Inflasi Tertinggi Ada di Aceh 5,38 % dan terendah di Lampung 1,76%
Bandarlampung - Spektroom: Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Lampung dipimpin Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum & Politik Yayan Ruchyansyah, Selasa 4 Agustus 2026, mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Command CenterLantai II Diskominfotik Provinsi Lampung, kompleks Kantor Gubernur Lampung di Bandarlampung.

Rakor tersebut dirangkai dengan Pembahasan Sosialisasi Perubahan Regulasi Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya Rumah, berlangsung di Sasana Bhakti Praja Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, dipimpin Kepala Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri Yusharto Huntoyungo.
Dalam pengantarnya Yusharto menyampaikan, hingga akhir Juli 2026 masih terjadi inflasi, namun masih pada angka yang sangat terkendali yaitu pada angka 2,88 % year on year dan month to Month (m-t-m) minus 0,14 %.
"Tingkat Inflasi tahun ke tahun sebesar 2,88 persen dengan penyumbang terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi, penyedia makanan, minuman, dan restoran yang berikutnya adalah perawatan pribadi" ujarnya, Selasa (4/8/2026).
Sementara, lanjut Yusharto yang berpengaruh terhadap inflasi m-t-m adalah pada transportasi dan sektor pendidikan.
"Hal Ini terjadi karena sesuai dengan agenda tahunan kita selama Juni-Juli itu adalah libur sekolah. Dengan demikian, transportasi dan pendidikan ini menjadi sumber inflasi karena permintaan terhadap transportasi dan biaya pendidikan meningkat sepanjang bulan Juni-Juli 2026" rincinya.
Pada bagian lain Yusharto juga menjelaskan berdasarkan data year-on-year untuk 38 provinsi, untuk regional Sumatera, inflasi tertinggi ada di Aceh sebesar 5,38% dan terendah di Lampung itu 1,76%. Di Kalimantan, tertinggi di Kalimantan Tengah dan terendah di Kalimantan Utara, itu 2,00 %.
Diforum tersebut Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa, Badan Pusat Statistik (BPS), Ateng Hartono juga menyampaikan, secara Month to Month (m-t-m) atau bulan ke bulan, dibulan Juli mengalami deflasi 0,4%, inflasi tahun ke tahun atau kondisi Juli 2026 dibandingkan dengan Juli 2025 sebesar 2,88%, serta inflasi tahun kalender Juli tahun 2026 dibandingkan Desember tahun 2025 mengalami Inflasi 1,65%.
Untuk inflasi bulanan disumbang oleh makanan, minuman dan tembakau yang mengalami deflasi 0,89% annilnya makanan minum terhadap deflasi minus 0,26% jadi yang pendorong
Sementara Di posisi sampai dengan 31 Juli 2026, provinsi yang mengalami kenaikan Indeks Perkembangan Harga (IPH), dengan kenaikan di atas 2 %, terjadi di Papua Tengah.
Sedangkan di Sulawesi Utara dan Bali, IPH-nya mengalami penurunan, masing-masing minus 6,19 dan 4,40 persen.
Menurut Ateng Hartono, bawang putih masih terjadi kenaikan di 248 kabupaten-kota, bahkan beras mengalami peningkatan jumlah kabupaten-kota, di minggu yang lalu ada 152, saat ini 155 kabupaten-kota.
"Beras medium mengalami peningkatan, sejak bulan Februari sampai dengan minggu ke-5 Juli, beras selalu mengalami peningkatan harganya untuk beras medium dan juga beras premium. Beras medium naik 0,0 persen dan beras premium naik 0,52 persen." Pungkasnya.(@Ng).