BULOG Dukung Panen Raya Jagung di Blora, Perkuat Swasembada Pangan Nasional

BULOG Dukung Panen Raya Jagung di Blora, Perkuat Swasembada Pangan Nasional
Blora merupakan basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah (Foto: Humas Perum Bulog).

Blora-Spektroom: Perum BULOG menunjukkan komitmennya dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dengan turut ambil bagian dalam kegiatan Panen Raya Jagung Kuartal I dan Tanam Jagung Serentak Kuartal II di Kecamatan Randublatung, Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Jumat (3/4/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari strategi nasional dalam mendorong swasembada pangan, khususnya komoditas jagung yang memiliki peran penting bagi kebutuhan pakan ternak hingga energi alternatif.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Bupati Blora Arief Rohman, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani, serta unsur Forkopimda dan para petani setempat.

Dalam sambutannya, Bupati Blora Arief Rohman mengapresiasi dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak terhadap sektor pertanian di wilayahnya. Ia menyebut Blora sebagai salah satu sentra produksi jagung terbesar di Jawa Tengah.

“Blora merupakan basis pertanian dan peternakan, dengan produksi jagung terbesar kedua di Jawa Tengah. Kami berharap ada hilirisasi, termasuk pembangunan pabrik pakan agar nilai tambah bisa dinikmati petani,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama Perum BULOG Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan BULOG dalam menyerap seluruh hasil produksi jagung petani di Blora.

“Kami berkomitmen menyerap seluruh produksi jagung, baik untuk kebutuhan pakan ternak maupun bioetanol. Potensi ini sangat besar karena jagung dapat dipanen dalam waktu relatif singkat, sekitar tiga bulan,” katanya.

Ia menambahkan, kebutuhan jagung untuk bioetanol nasional mencapai sekitar 3,2 juta ton, sehingga membuka peluang besar bagi peningkatan kesejahteraan petani.

Dalam kesempatan yang sama, Panglima Kopassus Letjen TNI Djon Afriandi menegaskan dukungan penuh terhadap pengembangan jagung di Blora sebagai proyek percontohan nasional. Menurutnya, sinergi dari hulu hingga hilir akan terus diperkuat.

“Kami memastikan seluruh ekosistem pertanian berjalan optimal, mulai dari permodalan, benih, pupuk, pendampingan hingga penyerapan hasil panen,” ujarnya.

Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian Yudi Sastro juga menyoroti tingginya kebutuhan jagung nasional yang mencapai 15 juta ton per tahun untuk pakan ternak. Selain itu, pemerintah juga mendorong pengembangan jagung untuk bioetanol hingga 1 juta hektare, dengan Blora sebagai salah satu titik awalnya.

Optimisme peningkatan produksi jagung juga disampaikan Bupati Blora. Ia menargetkan luas tanam jagung di wilayahnya dapat meningkat dari sekitar 83.000 hektare menjadi lebih dari 100.000 hektare.

Pada kegiatan panen raya tersebut, lahan seluas 15 hektare mampu menghasilkan produktivitas sekitar 7 ton per hektare, yang dinilai menjadi indikator besarnya potensi pengembangan jagung di daerah tersebut.

Selain sektor jagung, BULOG juga menegaskan perannya dalam mendukung petani tebu di Blora. Melalui langkah strategis, BULOG akan membantu penyaluran hasil panen tebu ke pabrik gula milik PTPN dan Sugar Group di Jawa Tengah.

Tak hanya itu, BULOG juga tengah menyiapkan langkah perbaikan dan reorganisasi manajemen PT GMM agar ke depan dapat lebih optimal dalam menyerap hasil tebu petani.

Dengan berbagai upaya tersebut, BULOG berharap dapat memperkuat ekosistem pertanian nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani di daerah.

Berita terkait