BULOG Pastikan Serap Gabah Terdampak Banjir, Harga Tetap Sesuai HPP

BULOG Pastikan Serap Gabah Terdampak Banjir, Harga Tetap Sesuai HPP
Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto, memberi keterangan pers di Semarang Jum'at (27/2/2026). Foto : Ning.B.

Semarang-Spektroom: Perum BULOG menunjukkan komitmennya menjaga stabilitas harga gabah di tengah cuaca ekstrem. Dalam satu hari penyerapan, Kamis (26/2/2026), sekitar 30 ton gabah dari wilayah terdampak banjir di Kabupaten Grobogan berhasil dibeli sesuai Harga Pembelian Pemerintah (HPP) Rp6.500 per kilogram.

Direktur Pengadaan Perum BULOG, Prihasto Setyanto, mengatakan penyerapan dilakukan langsung di lokasi terdampak untuk memastikan petani tetap memperoleh harga yang layak saat panen berlangsung.

“Kurang lebih 30 ton gabah dari daerah terdampak banjir sudah kami serap dalam sehari,” ujarnya saat menghadiri Rapat Koordinasi Pangan di Semarang, Jumat (27/2/2026).

Ia menjelaskan, secara visual gabah yang terendam banjir memang terlihat lebih kotor dan berwarna agak gelap karena tercampur lumpur dan jerami. Namun, banjir yang terjadi relatif singkat sehingga kualitas bulir gabah dinilai masih memadai untuk diproses menjadi beras.

Menurutnya, ukuran bulir gabah tergolong baik karena tanaman sudah memasuki masa panen. Tantangan utama hanya pada kebersihan dan kadar air yang meningkat akibat genangan.

Prihasto menegaskan, BULOG tetap membeli gabah tersebut sesuai HPP tanpa penurunan harga. Langkah ini dilakukan agar harga di tingkat petani tidak anjlok akibat dampak bencana.

Ia juga memastikan, apabila terdapat wilayah lain dengan kondisi serupa, BULOG siap turun melakukan penyerapan setelah menerima informasi resmi dari dinas pertanian setempat.

“Selama ada laporan dari dinas pertanian kabupaten atau provinsi, kami siap hadir untuk menyerap hasil panen petani,” tegasnya.

Meski demikian, pihaknya mengingatkan pentingnya penanganan awal sebelum gabah dikirim ke BULOG atau mitra penggilingan. Gabah yang terlalu basah dan banyak kotoran berpotensi merusak mesin pengering.

Petani di himbau untuk terlebih dahulu mengayak gabah guna memisahkan jerami dan kotoran, serta mengering-anginkan hasil panen agar kadar air berkurang sebelum masuk proses pengeringan.

Selain penyerapan gabah, BULOG Jawa Tengah juga mencatat realisasi serapan jagung sepanjang Januari–Februari 2026 mencapai 4.700 ton. Tahun ini, target penyerapan jagung ditetapkan sebesar 70.000 ton hingga Desember 2026, yang akan dikejar melalui optimalisasi di sentra produksi.

Berita terkait

Penambahan Layer Cukai Rokok Akan Lemahkan Pengendalian Konsumsi dan Konsistensi Fiskal

Penambahan Layer Cukai Rokok Akan Lemahkan Pengendalian Konsumsi dan Konsistensi Fiskal

Jakarta-Spektroom : Rencana Kementerian Keuangan menambah layer (lapisan) baru dalam tarif Cukai Rokok (Cukai Hasil Tembakau/CHT)) dan Harga Jual Eceran (HJE) tengah memicu gelombang kekhawatiran dari berbagai kalangan pakar dan organisasi masyarakat sipil. Alih-alih memperkuat kendali, langkah ini dinilai sebagai “karpet merah” yang sengaja dihamparkan karena harga rokok akan semakin

Anggoro AP
Beasiswa Bidiksiba PT Bukit Asam untuk Siswa Sawahlunto Kembali Dibuka, Biaya Kuliah Hingga Peluang Kerja Ditanggung

Beasiswa Bidiksiba PT Bukit Asam untuk Siswa Sawahlunto Kembali Dibuka, Biaya Kuliah Hingga Peluang Kerja Ditanggung

Sawahlunto-Spektroom — Kabar baik bagi pelajar berprestasi dari keluarga kurang mampu di Kota Sawahlunto. PT Bukit Asam (PTBA) Unit Pertambangan Sawahlunto kembali membuka Program Beasiswa Bidiksiba (Bantuan Pendidikan Mahasiswa/wi Sekitar Bukit Asam) 2026,sebuah program bantuan pendidikan penuh hingga lulus perguruan tinggi yang ditujukan khusus bagi siswa SLTA sederajat di

Riswan Idris, Buang Supeno