Bunda PAUD Maluku : "Tanamkan Kasih Sayang dan Gizi Sejak Dini"

Bunda PAUD Maluku : "Tanamkan Kasih Sayang dan Gizi Sejak Dini"
Bunda Maya bersama PAUD Gumumae Bula SBT.​Dok Foto Diskominfo.​

Spektroom - Dalam semangat membangun generasi emas Maluku sejak usia dini, Bunda PAUD Provinsi Maluku, Maya Baby Lewerissa, melakukan kunjungan penuh makna ke PAUD Gumumae-Bula, Senin (21/07/2025).

Kunjungan ini menjadi momen penuh keceriaan sekaligus penguatan komitmen terhadap pendidikan anak usia dini yang berkualitas, inklusif, dan berlandaskan kasih sayang.

Didampingi langsung oleh Bunda PAUD Kabupaten SBT, Ika Fachri Alkatiri, yang juga merupakan Ketua TP-PKK SBT, rombongan disambut meriah dengan tarian selamat datang yang dibawakan oleh anak-anak PAUD.

Senyum polos dan gerak-gerik lincah para peserta didik menjadi simbol semangat masa depan yang cerah.

PAUD Gumumae-Bula saat ini menaungi 110 murid dengan dukungan 11 tenaga pendidik yang berdedikasi. Selain sebagai pusat pembelajaran anak usia dini, fasilitas ini juga terintegrasi dengan posyandu, mencerminkan sinergi antara pendidikan dan pelayanan kesehatan dasar bagi anak-anak dan ibu balita.

Dalam sambutannya, Kepala Sekolah PAUD Gumumae, Umi Arei, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasi atas kunjungan Bunda PAUD Provinsi Maluku.

“Kehadiran Ibu Maya menjadi semangat dan motivasi tersendiri bagi kami semua, terlebih untuk para guru dan anak-anak. Ini bentuk perhatian yang luar biasa bagi dunia pendidikan anak usia dini di daerah kami,” ucapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bunda PAUD Provinsi tak hanya menyapa dan menyemangati anak-anak, tetapi juga menyerahkan secara simbolis makanan bergizi bagi para peserta didik sebagai bagian dari upaya pemenuhan gizi seimbang. Gizi, menurutnya, menjadi pondasi penting dalam tumbuh kembang anak selain pendidikan.

Dalam arahannya kepada para pendidik, Bunda PAUD Maluku, Maya Baby Lewerissa menekankan pentingnya membangun hubungan kasih dalam proses belajar-mengajar.

Ia juga mengajak anak-anak untuk rajin belajar dan menikmati proses pendidikan dengan sukacita.

Belajar itu menyenangkan. Jangan takut salah, jangan takut mencoba. Tugas kita semua adalah memastikan anak-anak tumbuh menjadi pribadi yang cerdas, sehat, dan bahagia,” tambahnya.
(Yan.L)

Berita terkait

Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Dosen Pendidikan Sosiologi Unimerz Makassar hadiri Rakernas APPSANTI 2026,rumuskan Kompetensi Lulusan Nasional

Makassar - Spektroom :Delegasi dosen Program Studi S1 Pendidikan Sosiologi Universitas Megarezky (Unimerz) turut berpartisipasi dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Program Studi Pendidikan Sosiologi dan Antropologi Indonesia APPSANTI 2026 yang dirangkaikan dengan Carvenos 2026. Kegiatan tersebut diselenggarakan di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan FKIP Universitas Sebelas Maret UNS, Surakarta, 31

Yahya Patta, Bian Pamungkas
Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Prof. Dr. Mahfud Nurnajamudin: APBN Terlihat Sehat, Tapi Cadangan Negara Terus Menipis

Makassar- Spektroom. : Di tengah optimisme pemerintah terhadap kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), muncul catatan yang dinilai tidak boleh diabaikan. Penyusutan Saldo Anggaran Lebih (SAL) dan anjloknya kas pemerintah pusat dinilai menjadi sinyal bahwa ketahanan fiskal Indonesia sedang menghadapi ujian. Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muslim Indonesia

Yahya Patta, Buang Supeno
Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Pemkab Tanah Datar Perkuat Kerja Sama Antar Daerah untuk Kendalikan Inflasi, Targetkan Delapan KAD pada 2026

Tanah Datar–Spektroom : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tanah Datar terus memperkuat upaya pengendalian inflasi daerah melalui penguatan strategi 4K, yakni keterjangkauan harga, ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, dan komunikasi yang efektif. Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah memperluas Kerja Sama Antar Daerah (KAD) guna menjaga stabilitas harga sekaligus memperkuat ketahanan pangan.

Riswan Idris, Rafles
ссс