Bupati Banyumas Ajak ASN Lindungi Pekerja Rentan Melalui Program Salin Aslimas

Bupati Banyumas Ajak ASN Lindungi Pekerja Rentan Melalui Program Salin Aslimas
Bupati Banyumas ajak ASN berperan aktif memperluas perlindungan jaminan sosial bsgi pekerja rentan (Foto : Humas Pemkab Bms).

Purwokerto-Spektroom – Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengajak seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Banyumas berperan aktif memperluas perlindungan jaminan sosial ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan dan sektor informal melalui Program SALIN ASLIMAS (Sadewo Lintarti ASN Peduli Pekerja Rentan Banyumas).

Ajakan tersebut disampaikan saat kegiatan Penguatan Komitmen Program SALIN ASLIMAS dan Optimalisasi Pembayaran ZIS yang dihadiri kepala OPD dan camat se-Kabupaten Banyumas di Pendopo Si Panji, Senin (22/6/2026).

Dalam kesempatan itu, Sadewo mengungkapkan bahwa cakupan Universal Coverage Jamsostek (UCJ) di Kabupaten Banyumas masih tergolong rendah.

Pada tahun 2025, tingkat kepesertaan baru mencapai 37,92 persen, sehingga masih terdapat sekitar 62,08 persen pekerja yang belum mendapatkan perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan, terutama dari kalangan pekerja rentan dan informal.

“Berdasarkan hasil survei per 18 Juni 2026, gerakan kolektif ini memang sudah menunjukkan hasil, namun masih memerlukan kerja keras bersama,” ujar Sadewo.

Dari sekitar 14.685 ASN yang berpotensi terlibat dalam program tersebut, baru 1.976 ASN sekitar 13,5 persen yang telah berpartisipasi aktif. Karena itu, Bupati meminta seluruh ASN untuk mengambil langkah nyata dengan memfasilitasi minimal satu pekerja rentan atau pekerja informal di lingkungan masing-masing agar mendapatkan perlindungan BPJS Ketenaga kerjaan.

“Saya ingin menegaskan kepedulian terhadap pekerja rentan harus diwujudkan dalam tindakan nyata. Saya mengajak seluruh ASN untuk berpartisipasi aktif dengan memfasilitasi minimal satu pekerja rentan atau informal di sekitar mereka,” tegasnya.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian (Dinnakerin) Kabupaten Banyumas, Wahyu Dewanto, menjelaskan program tersebut lahir karena masih rendahnya capaian UCJ yakni di kisaran 37 persen, sementara target yang ditetapkan sekitar 47 persen.

“Artinya masih ada sekitar 4.000 pekerja informal yang belum terlindungi melalui program BPJS Ketenaga kerjaan.” jelas Wahyu.

Ia menambahkan, ASN dapat mengusulkan pekerja rentan melalui PIC Unit Pengumpul Zakat (UPZ) masing-masing. Pekerja yang terdaftar akan memperoleh manfaat Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

Hingga 21 Juni 2026, tercatat sebanyak 2.567 pekerja telah diusulkan dalam program SALIN ASLIMAS, dengan 1.065 di antaranya sudah aktif memperoleh perlindungan.

Program yang diluncurkan bertepatan dengan Hari Buruh Internasional pada 1 Mei 2026 itu mengusung semangat gotong royong, di mana ASN menyalurkan zakat melalui Baznas, kemudian dana tersebut digunakan untuk membiayai iuran BPJS Ketenaga kerjaan bagi pekerja rentan tanpa membebani ASN maupun pekerja yang diusulkan.

Melalui program ini, Pemkab Banyumas berharap semakin banyak pekerja rentan dan sektor informal yang mendapatkan perlindungan sosial sehingga kesejahteraan masyarakat dapat meningkat secara berkelanjutan.

Berita terkait

Wagub Fanath Tekankan Disiplin dan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Perkembangan Teknologi

Wagub Fanath Tekankan Disiplin dan Kesiapan Mahasiswa Hadapi Perkembangan Teknologi

Ambon-Spektroom :Wakil Gubernur Maluku, Abdullah Vanath, menekankan pentingnya disiplin dan kesiapan mahasiswa dalam menghadapi perkembangan teknologi serta perubahan dunia kerja yang semakin dinamis. Pesan tersebut disampaikan Vanath saat menjadi narasumber pada kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa Baru (Mastamaru) Universitas Muhammadiyah Maluku Tahun Ajaran 2026/2027, yang berlangsung di Aula Balai

Yantje Lekatompessy, Bian Pamungkas
Smart City Surakarta, Respati: Teknologi Harus Hadirkan Perubahan Nyata bagi Masyarakat

Smart City Surakarta, Respati: Teknologi Harus Hadirkan Perubahan Nyata bagi Masyarakat

Surakarta – Spektroom: Wali Kota Surakarta Respati Ardi menegaskan pengembangan Smart City tidak cukup hanya dengan membangun aplikasi dan sistem digital. Teknologi, data, dan inovasi harus mampu menghadirkan perubahan nyata melalui pelayanan publik yang semakin mudah, cepat, tepat, efektif, dan responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan Respati saat membuka Rapat

Ciptati Handayani, Bian Pamungkas
ссс