Bupati Banyuwangi Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Tangani Anak Putus Sekolah

Bupati Banyuwangi Dorong Kepala Sekolah Berinovasi Tangani Anak Putus Sekolah
Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani usai melantik 9 Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri. (foto: Diskominfo Banyuwangi)

Spektroom - Pendidikan adalah hak dasar setiap anak dan merupakan kunci untuk membuka peluang masa depan yang lebih baik. Pendidikan juga merupakan salah satu aspek penting dalam pembangunan suatu bangsa. Namun masih banyak anak-anak yang tidak dapat menyelesaikan pendidikan mereka karena berbagai alasan. Fenomena ini tidak hanya berdampak pada perkembangan anak secara individu, tetapi juga memengaruhi keluarga, masyarakat, hingga pembangunan bangsa.

Hal itu setidaknya menjadi pemikiran Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani saat melantik 9 Kepala Sekolah (Kepsek) SD Negeri di lingkungan Pemkab Banyuwangi. Dalam kesempatan itu, Ipuk mengajak para kepala sekolah yang baru untuk terlibat aktif dalam penanganan anak putus sekolah.

“Masalah pendidikan tetap menjadi prioritas kita. Jangan sampai ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah. Bapak/Ibu harus rajin tengok kanan kiri. Jika ada anak yang kesulitan untuk melanjutkan sekolah, bantu menemukan dan kenali masalahnya, dan segera laporkan kepada dinas terkait agar segera ditangani,” pesan Ipuk usai menyerahkan SK pengangkatan Kepala Sekolah SD di aula Dinas Pendidikan Banyuwangi, Rabu (18/2/2026).

Ipuk menyebut, Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai program untuk penanganan anak putus sekolah. Mulai pemberian beasiswa Banyuwangi Cerdas, uang saku dan uang transport bagi pelajar kurang mampu, hingga program solidaritas siswa asuh sebaya (SAS) dimana siswa dari keluarga berkecukupan menyisihkan sebagian uang sakunya untuk membantu temannya yang membutuhkan.

“Namun terkadang masih ada anak yang tidak terdeteksi oleh kita. Disinilah pentingnya kepedulian bersama. Bukan hanya ASN, seluruh elemen juga kami minta ikut membantu. Jika di sekitarnya ada anak usia sekolah yang tidak bersekolah, segera laporkan kepada pihak berwenang agar bisa segera ditangani,” tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Ipuk juga berpesan agar para kepala sekolah mampu menjadi motor penggerak inovasi.

“Inovasi adalah kunci. Kepala sekolah harus mampu menemukan potensi, lalu mengorkestrasi semua sumber daya di sekolah sehingga menjadi sebuah keunggulan,” ujar Ipuk.

Ipuk juga berharap para Kepala Sekolah bisa berkolaborasi dengan berbagai pihak. Tidak hanya orang tua siswa, tapi juga semua stakeholder dan jejaring yang dimiliki.

“Tak kalah penting, kepala sekolah harus bisa menciptakan lingkungan belajar yang aman dan nyaman. Jangan melulu mengerjakan LKS. Pastikan semua guru bisa memberikan pengalaman belajar yang asyik sehingga anak-anak merasa senang dan betah belajar di sekolah,” pesan Ipuk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Banyuwangi Alfian mengatakan, 9 kepala sekolah yang dilantik pada hari ini merupakan kepala sekolah yang mendapatkan promosi.

“Kami akan terus melakukan pendampingan agar teman-teman kepala sekolah dapat bertugas sebagaimana yang diharapkan oleh Ibu Bupati," terang Alfian.

Saat ini, di Banyuwangi  masih terdapat puluhan ASN yang menjabat sebagai pelaksana tugas (Plt) kepala sekolah di SD Negeri.

"Segera, kami akan ajukan penugasan teman-teman sebagai Kepala Sekolah ke Kemenpan melalui jalur non-reguler,” pungkasnya. (*)

Berita terkait

Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Jadikan  Idul Fitri Momentum Memperbaiki Diri dan Tingkatkan Kepedulian Sosial

Bupati Kuansing Ajak Masyarakat Jadikan Idul Fitri Momentum Memperbaiki Diri dan Tingkatkan Kepedulian Sosial

Teluk Kuantan-Spektroom : Bupati Kuantan Singingi, Dr. H. Suhardiman Amby, MM melaksanakan Shalat Idul Fitri 1 Syawal 1447 Hijriah bersama masyarakat di Lapangan Kantor Camat Kuantan Hilir, Sabtu (21/3/2026). Shalat Id berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan, dihadiri jajaran pemerintah daerah, tokoh masyarakat, serta warga Kuantan Hilir. Dalam sambutannya, Bupati

Salman Nurmin, Rafles