Bupati Fawait: Angka Kemiskinan Ekstrim di Jember Turun Sesuai DTSEN
Spektroom - Sebanyak 202.018 warga Jember mendapatkan bantuan pangan dari pemerintah pusat. Jumlah tersebut, turun sebanyak 1.401 sasaran, dibandingkan tahun sebelumnya.
Penurunan jumlah sasaran ini, seiring dengan penurunan angka kemiskinan Ekstrim di Jember, sehingga penerima bantuan pangan atau Kelompok Penerima manfaat (KPM) Kabupaten Jember 2025, ikut turun sekitar 1.401 KPM.
Hal ini terungkap dalam launching peluncuran pangan kabupaten Jember, untuk alokasi Bulan Oktober - November 2025, di Balai Kelurahan Wirolegi Kecamatan Sumbersari Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Jumat (14/11/2025).
Kepala Dinas sosial Kabupaten Jember, Ahmad Helmi Lukman, saat membacakan sambutan Bupati Jember Muhammad Fawait, menjelaskan launching bantuan pangan ini dilakukan serentak di seluruh Indonesia. Penyaluran bantuan pangan ini, dilakukan Dinas Sosial Pemkab Jember bersama Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) XI Jember, Jawa Timur.
"Bantuan pangan ini, sebagai bentuk perhatian serius dari Presiden Prabowo Subianto, untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. Ini bertujuan untuk membantu mengurangi masyarakat yang berada pada Decil 1 hingga Decil 5," ungkap Helmi.
Karena itu, Helmi berharap bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya dan tidak dijual. bulan ini, disalurkan langsung 2 kali jumlahnya 20 kilogram ditambah minyak goreng sebanyak 2 liter.
"Jangan dijual ya, dimakan semuanya, jatah untuk 2 bulan," harapnya.
Dijelaskan Helmi, penyaluran bantuan ini berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi (DTSEN). Untuk saat ini, pemerintah tidak lagi menggunakan istilah miskin, untuk memberikan bantuan kepada penerima manfaat.
"Saat KPM disebut Desil 1 hingga Desil 5, tidak menggunakan istilah fakir-miskin, untuk menjaga perasaan penerima," jelasnya.

Sementara Kepala Perum Bulog Sub Divisi Regional (Divre) XI Jember, Jawa Timur, Muhammad Ade Saputra menjelaskan total penerima bantuan pangan di Kabupaten Jember sebanyak 202.018 KPM.
"Sehingga jumlah total beras yang akan disalurkan, dikalikan 2 kali (Oktober-November) jumlahnya kisaran 4 Ribu ton lebih. Sedangkan total minyak goreng sebanyak 800 ribu liter lebih," ungkapnya.
Ade Saputra menyatakan kesiapan logistik. “Stok beras dan minyak goreng aman hingga akhir tahun. Kami koordinasi secara intens dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk distribusi tepat sasaran,” jelasnya.
Perum Bulog Sub Divisi Regional XI Jember Jawa Timur, mengalokasikan 1.200 ton beras dan 240.000 liter minyak untuk 120.000 KPM di 31 kecamatan.(Budi S)