Bupati Kep Tanimbar Potensi Kelangkaan BBM di Wilayah Indonesia Timur
Ambon - Spektroom: Bupati Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Ricky Jauwerissa, mengingatkan potensi ancaman kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) di wilayah Indonesia Timur akibat situasi geopolitik global yang belum stabil.
Pernyataan itu disampaikan Jauwerissa kepada wartawan di Kantor Gubernur Maluku, Rabu (15/04/2026). Ia menyoroti dampak ketegangan internasional, khususnya yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, terhadap distribusi energi dunia.
Kondisi tersebut berpengaruh langsung terhadap jalur distribusi BBM, termasuk melalui Selat Hormuz yang hingga kini belum sepenuhnya kembali normal berdasarkan informasi yang diterimanya.
“Memang hari ini bisa disampaikan stok BBM aman sampai 25 hari ke depan. Tapi kalau jalur distribusi seperti Selat Hormuz belum terbuka, maka potensi kelangkaan tetap ada,” kata Jauwerissa.
Ia menjelaskan, wilayah Indonesia Timur sangat bergantung pada kelancaran distribusi energi. Karena itu, gangguan global sekecil apa pun dapat berdampak lebih cepat dirasakan dibandingkan wilayah lain.
Jauwerissa juga menyinggung perhatian pemerintah pusat yang dinilainya masih lebih terfokus pada kawasan Pulau Jawa, sementara daerah timur membutuhkan perhatian lebih dalam menghadapi potensi krisis energi.
“Kami di Indonesia Timur berharap ada perhatian serius. Jangan sampai ketika stok mulai menipis, penanganannya terlambat,” ujarnya.
Ia meminta pemerintah pusat untuk terus memantau perkembangan situasi global dan memastikan distribusi BBM tetap terjaga, khususnya bagi daerah kepulauan seperti Tanimbar. Langkah antisipasi perlu dilakukan sejak dini agar potensi krisis tidak benar-benar terjadi dalam waktu dekat.(EM)