Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, Menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat
Spektroom - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djauzal, menghadiri Puncak acara peringatan Hari Pers Nasional Tahun 2026, dengan tema “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”, bertempat di Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B) Kota Serang Provinsi Banten, Senin (9/2/2026)
Mewakili Presiden Prabowo Subianto, Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dalam sambutannya menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya kepada insan pers Indonesia atas dedikasi pengabdian untuk bangsa dan negara.

"Saat ini kita hidup di sebuah zaman bergerak dengan sangat cepat zaman ketika dunia tidak lagi sekedar berjalan tetapi dinavigasi oleh informasi, data dan algoritma. Kita hidup di dalam ruang nyata dan digital yang hampir tidak lagi memiliki batas, begitu pula antara fakta dan rekayasa hanya terbatas sebuah benang tipis bernama verifikasi." ujar Cak Imin dalam sambutannya.
Cak Imin juga mengatakan, ketika setiap detik miliaran keputusan diambil oleh mesin algoritma dan sistem kecerdasan artifisial arah bangsa baik buruknya demokrasi, tetap harus di tangan kualitas media dan pers.
Pada kegiatan tersebut, Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis, menerima Anugerah Kebudayaan PWI Pusat karena upayanya dalam menjadikan kesenian tradisi Canggat Bakha sebagai ruang seni dan pertemuan sosial generasi muda.
Untuk diketahui, Anugerah kebudayaan PWI, juga diberikan kepada Wali Kota Malang, Jawa Timur, Wahyu Hidayat, dalam memajukan kebudayaan selaras nafas, kota kreatif dan Wali Kota Samarinda, Kalimantan Timur, Andi Harun, mengangkat sarung tenun Samarinda dari wastra lokal menjadi pustaka kebudayaan nasional.
Selanjutnya, Wali Kota Mataram, NTB, Mohan Roliskana, membangun gerbang Sangka Real sebagai landmark budaya yang menyatukan tradisi, sazat, dan arsitektur moderat serta Bupati Temanggung, Agus Setiawan, memajukan kuda Lumping, Temanggung, menembus kancah internasional.
Kemudian Bupati Manggarai, NTT, Heribartus Garadus Lajunawit, merevitalisasi rumah-rumah adat Marabu Barugendrang secara gotong royong, Bupati Blora Jateng, Arif Rahman, mengaktualisasi ajaran samin sebagai spirit membangun Blora berkelanjutan.
Berikutnya, Bupati Labuhan Batu, Sumatera Utara, Maya Hasmita, dengan Gema Sahabat, Gerakan Empati Masyarakat, menguatkan Karakter bangsa dan budaya sejak dini, Bupati Manokwari, Papua Barat, Hermus Indu, dengan festival Teluk Borek, menguatkan harmoni sosial dan toleransi antar suku Nusantara serta Bupati Padangpariaman, John Kennedy Aziz, menggemas Maulwiq Gada sebagai perayaan keagamaan dan media interaksi budaya yang eksklusif.(@Ng).