Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar
Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi.
Camat Bungku Kabupaten Morowali Sulawesi Selatan, Dudarmin Moonai, meraih gelar Doktor dengan nilsi sangat terpuji dan memuaskan dengan Disertasi nya tentang Pengaruh Sumber Daya Manusia,Komunikasi Organisasi,dan Budaya Organisasi terhadap kinerja Aparatur Sipil Negara melalui motivasi kerja di pemerintahan Kabupaten Morowali.
Gelar Doktor diterima setelah mengikuti gelar uji kompetensi untuk meraih Gelar Doktor Ilmu Managemen Pada Program pascasarjana UMI Makassar Jumat (30/1/2026) di Gedung PPJ kampus pasca sarjana umi urip sumaharjo Makassar.
Gelar Promosi Doktor berlangsung dalam Rapat senat terbuka dipimpin Direktur PPs UMI Makassar Prof Dr.H.La Ode Husen SH.M.Hum
Promovenda ( sebutan untuk uji gelar Doktor : red) Sudarmin Moonai mengungkapkan berbagai instansi pemerintah di tanah air masih menghadapi persoalan kinerja aparatur sipil negara yang belum optimal yang dipengaruhi oleh lemahnya pengelolaan sumber daya manusia,komunikasi organisasi yang kurang efektif serta budaya kerja yang belum sepenuhnya mendukung profesionalisme.

Sudarmin Moonai yang berhasil meraih nilai Pujian berkat bimbingan Prof Dr.H.Abdul Rahman Mus,S.E.,M.Si sebagai Promotor Utama,Prof Dr.H.Ahmad Gani.,S.E.,M.Si sebagai Co Promotor 1 dan Dr Hj .Budhianriani,S.E.,MM.
Lebih jauh Sudarmin Moonai mengungkapkan Fenomena ini juga terjadi pada Pemerintahan Kabupaten Morowali,yang merupakan daerah berkembang pesat di sektor industri da infrastruktur,menuntut peningkatan pelayanan publik meski dihadapkan pada permasalahan internal seperti ketidak jelasan komunikasi kerja termasuk budaya organisasi yang cenderung birokratis dan kurang partisipatif,sehingga mempengaruhi motivasi kerja ASN jadi menurun yang pada ahirnya berimplikasi terhadap kinerja individu maupun organisasi.
.