Cibfishtival 2026 Sasar 1.000 Anak, Dorong Gemar Makan Ikan untuk Terunkan Stunting
Jakarta-Spektroom : Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan melalui Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan menggelar kick-off Cibfishtival 2026 di Cibis Park, Kelurahan Cilandak Timur, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Kegiatan yang menyasar sekitar 1.000 anak SD dan PAUD tersebut bagian kampanye Gerakan Memasyarakatkan Makan Ikan (Gemarikan), sekaligus mendukung upaya percepatan penurunan stunting di Jakarta Selatan.
Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Hasudungan A. Sidabalok, mengatakan Cibfishtival 2026 merupakan inovasi dalam pelaksanaan program Gemarikan yang selama ini lebih banyak dikemas dalam bentuk kampanye.
Kegiatan kali ini dirancang lebih interaktif melalui rangkaian aktivitas mulai dari penebaran benih ikan, pemanenan hingga pembagian ikan kepada masyarakat.
"Kali ini tidak hanya sekadar kampanye, tetapi ada sinergisitas melalui penebaran benih, pemanenan, hingga pembagian ikan langsung kepada masyarakat. Ini hal baru yang sangat positif dan diharapkan bisa diadopsi oleh wilayah kota administrasi lainnya di DKI Jakarta," ungkapnya, Rabu (12/8/2026).
Ia, menjelaskan, sasaran kampanye Gemarikan tidak hanya murid sekolah dasar, tetapi juga balita, TK dan PAUD di Jakarta. Safari Kampanye Gemarikan, orang tua pendamping juga diberikan edukasi cara menyediakan makanan bergizi dan kaya protein bagi anak.
"Kami ingin para orang tua juga bisa mengolah makanan berbahan dasar ikan menjadi makanan yang disukai anak," terangnya.
Hasudungan, menambahkan, ikan memiliki berbagai kandungan gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak. Kebiasaan mengonsumsi ikan sejak dini menjadi upaya pemenuhan gizi anak sekaligus pencegahan stunting.
Upaya tersebut dinilai penting, karena berdasarkan data terbaru hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Jakarta tercatat sebesar 17,2 persen. Ditargetkan angka tersebut turun menjadi 15 persen pada 2026 dan 14,2 persen pada 2027.
Wali Kota Jakarta Selatan, Syafrin Liputo, mengatakan, Cibfishtival 2026 menjadi momentum untuk membangun kebiasaan mengonsumsi ikan sejak usia dini.
Menurutnya, pengenalan ikan kepada anak tidak cukup hanya melalui sosialisasi, tetapi perlu dilakukan dengan pendekatan yang menyenangkan agar anak memiliki pengalaman positif saat mengonsumsi makanan berbahan dasar ikan.
"Kami berharap anak-anak bisa memahami manfaat ikan sehingga mengubah pandangan mereka, dari yang tadinya enggan karena takut duri menjadi suka makan ikan," ujarnya.
Syafrin, mengapresiasi manajemen Cibis Park yang telah berkolaborasi dalam memfasilitasi pelaksanaan edisi perdana kegiatan Gemarikan tersebut.
Kepala Suku Dinas KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengatakan Cibfishtival 2026 mengusung tema "Panen, Berbagi, dan Gemarikan". Ridho, menjelaskan, konsumsi ikan penting bagi tumbuh kembang anak karena mengandung berbagai zat gizi, antara lain omega-3, omega-9, zat besi, dan fosfor, sehingga dalam pola makan anak ikan menjadi sumber protein.
"Untuk membuat pengenalan ikan lebih menarik bagi anak-anak, para peserta juga mendapatkan bingkisan serta paket makanan olahan berbahan dasar ikan, seperti ikan nila marinasi dan fish katsu," ungkapnya.
Ridho, berharap gemarikan ini diharapkan efektif meningkatkan angka konsumsi ikan, sehingga nantinya juga dapat menumbuhkan kesadaran akan pentingnya gizi masyarakat, yang diharapkan berdampak pada percepatan penurunan angka stunting.
Dengan prevalensi stunting di Jakarta Selatan yang masih di angka 14,9 persen, edukasi gizi, pemenuhan protein, serta pembentukan kebiasaan makan sehat sejak dini menjadi bagian mengejar target penurunan staunting hingga 11,34 persen pada 2030.