Dalam Keterbatasan, Wamenkop Apresiasi Operasionalisasi Kopkel Pondok Aren
Spektroom – Dalam keterbatasan, Koperasi Kelurahan (Kopkel) Merah Putih Pondok Aren di Tangerang Selatan di operasionalkan. Hal tersebut di apresiasi Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Farida Farichah.
Secara pribadi, Farida mengapresiasi kegigihan dari para pengurus koperasi tersebut yang mampu menjalankan bisnis koperasi berupa gerai sembako di tengah keterbatasan. Farida menyatakan "meskipun koperasi ini masih menggunakan rumah pribadi ketua koperasi sebagai kantor sekaligus gerai sembako, namun operasionalisasinya sudah berjalan dengan cukup baik. "Ujar Wamenkop Farida saat melakukan kunjungan ke KopKel Pondok Aren, Jumat (26/9).
Bahkan Wamenkop Farida memberikan perhatian terhadap produk-produk UMKM dari warga sekitar yang menitipkan ke KopKel untuk dipasarkan dengan skema konsinyasi. Kepedulian dan semangat gotong royong yang dibangun antara pengurus dan anggota dinilai layak ditiru oleh pengelola/ pengurus Kopdes/ Kel lainnya terutama di wilayah Tangerang Selatan.
"BUMN jangan sampai kalah. Sebab, masyarakat mau konsinyasi, masa BUMN hanya jual beli? Kita harap guyup, rukun, bareng-bareng, dan gotong royong untuk kesuksesan koperasi desa kelurahan di Indonesia” tutur WamenKop Farida.dalam siaran persnya,Sabtu (27/9/2025)
Wamenkop juga berharap agar Bank Himbara dapat menggandeng Kopkel Pondok Aren untuk dijadikan sebagai mitra usaha dengan memberikan dukungan pembiayaan dan asistensi bisnis agar ke depan operasionalisasi KopKel ini dapat berjalan lebih optimal.

Sementara itu, Ketua Kopkel Merah Putih Pondok Aren Muhammad Zaeni menyampaikan perkembangan terkini koperasi yang dipimpinnya. Dia menyatakan bahwa pertambahan jumlah anggota cukup signifikan dari sebelumnya 140 orang kini sudah mencapai 349 orang.
Menurutnya, keberadaan KopKel di Pondok Aren ini menjadi wahana strategis untuk merangkul para pelaku UMKM dan toko kecil di wilayahnya. Untuk itu, potensi yang dimiliki Kopkel Pondok Aren dengan segala keterbatasannya akan dioptimalkan secara bertahap namun konsisten.
Zaeni juga berharap dukungan optimal dari pemerintah terutama dari sisi permodalan. Diakuinya bahwa saat ini modal yang digunakan untuk menjalankan bisnis melalui gerai sembako masih sangat terbatas.
"Modal awal kita ini kecil, kita belum bisa memenuhi kebutuhan para anggota karena barang masih terbatas. Tapi kalau ada support dari pemerintah, saya yakin kita bisa memenuhi apa yang dibutuhkan masyarakat,” ujarnya.