Dampak Hujan Deras Semalam Tanggul Sungai Plumbon Jebol Lagi

Dampak Hujan Deras Semalam Tanggul Sungai Plumbon Jebol Lagi
Tanggul sungai plumbon kembali jebol, permukiman warga di wilayah Mangkang kulon,kebanjiran Rabu 4 Maret 2026 dinihari.

Semarang-Spektroom: Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur wilayah kota Semarang bagian barat mengakibatkan sungai plumbon over kapasitas.

Dampaknya sudah dapat dipastikan tanggul sungai plumbon lembali jebol di wilayah Mangkang kulon, rabu 4 Maret 2026 dinihari.

Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng memberikan perhatian serius atas jebolnya tanggul Kali Plumbon dan segera berkoordinasi dengan pihak terkait guna menangani dampak luapan air ke permukiman warga.

Agustina menjelaskan, penanganan fisik sungai tersebut menjadi kewenangan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

Meski demikian, Pemkot tetap bertanggung jawab dalam pembersihan dan perbaikan darurat bagi warga terdampak.

"Jebolnya tanggul memberi dampak kepada warga Kota Semarang yang tinggal di sekitarnya, jam 2 pagi tadi. Sekarang sudah tinggal lumpurnya, sudah dibersihkan, jadi kita berbagi, di sini, membenahi dan lain-lainnya di sana (juga)," ujar Agustina.

Ia juga menyoroti penundaan proyek normalisasi sungai yang seharusnya dilakukan pemerintah pusat melalui kementerian terkait.

Agustina berharap anggaran perbaikan dapat segera diturunkan agar penanganan permanen bisa direalisasikan.

"Mudah-mudahan dengan hadirnya PUPR dan BBWS di lokasi, kalau kasih anggaran ya segera turunkan. Nanti turun, mudah-mudahan tahun ini bisa diperbaiki," ucapnya.

Selain di Mangkang, Pemkot juga memberi perhatian pada wilayah Rowosari yang memiliki risiko serupa.

Menurutnya, kawasan dengan kontur lebih rendah memerlukan penanganan teknis khusus untuk memperkuat tanggul.

"Ya, nanti pasti akan dilakukan penanganan khusus, karena itu ‘kan seperti mangkok, posisinya lebih rendah, lapangan kan sebelahnya, cuma harus ada upaya untuk membuat tanggul ‘lah paling tidak. Dari struktur bangunan gambar yang kita lihat, sepertinya itu dimiringkan prosesnya," jelas Agustina.

Ke depan, Pemkot Semarang juga berkomitmen memperbaiki tata kelola saluran air di titik rawan banjir. Langkah tersebut dilakukan dengan memperlebar drainase agar debit air dapat mengalir sesuai jalurnya.

"Nanti di depan itu kita akan buat saluran yang lebar dan mengatur saluran supaya airnya bisa dikembalikan. Karena jalur air itu tetap jalur air, dan akan menjadi prioritas kita," ujarnya.

Berita terkait

Gubernur Maluku Utara Hadiri Hari Buruh, IWIP Apresiasi 519 Karyawan Terbaik

Gubernur Maluku Utara Hadiri Hari Buruh, IWIP Apresiasi 519 Karyawan Terbaik

Weda-Spektroom : PT. IWIP kembali memperingati Hari Buruh Internasional dengan memberikan penghargaan kepada ratusan karyawan sebagai Best Employee tahun 2026. Penghargaan ini adalah apresiasi perusahaan atas dedikasi dan kinerja karyawan sepanjang tahun 2025. Pada momentum IWIP Awards tahun ini, penghargaan diberikan kepada 519 karyawan, yang terdiri dari 465 pekerja laki-laki dan

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru
Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Perkuat Integritas ASN, Kemenag Ternate Lakukan Monev dan Sosialisasi Antikorupsi di KUA Se-Kota Ternate

Ternate-Spektroom : Kepala Subbagian Tata Usaha (Kasubag TU) Kantor Kemenag Kota Ternate Mewati, bersama tim kepegawaian melaksanakan kegiatan Monitoring dan Evaluasi (Monev) di sejumlah Kantor Urusan Agama (KUA) se-Kota Ternate, Kamis (30/4/2026). Kegiatan yang direncanakan berlangsung selama dua hari itu dirangkaikan dengan sosialisasi pengendalian gratifikasi dan pencegahan tindak pidana

Nanang Adrany, Pelinus Latuheru