Dapur MBG Hadirkan Harapan di Tengah Lumpur Banjir Bandang Purbalingga

Dapur MBG Hadirkan Harapan di Tengah Lumpur Banjir Bandang Purbalingga
Pengelola dapur Makanan Bergizi Gratis MBG Purbalingga, menyalurkan bantuan nasi bungkus untuk pengungsi dan Relawan banjir Bandang di kabupaten Purbalingga. (Foto : Biantoro).

Spektroom — Hujan yang belum juga reda menyelimuti wilayah Kecamatan Mrebet dan Karangreja, Kabupaten Purbalingga, Selasa (27/1/2026).

Di tengah kecemasan warga akan kemungkinan datangnya banjir susulan, kepedulian terus mengalir dari berbagai pihak untuk meringankan beban para korban banjir bandang.

Selasa 27/1/2026, pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Purbalingga datang membawa bantuan pangan bagi para pengungsi dan relawan. Ratusan nasi bungkus dibagikan di lokasi-lokasi terdampak, di antaranya Desa Sangkanayu, Serang, Bambangan, dan Desa Kutabawa.

Bantuan tersebut menjadi santapan hangat yang dinanti warga setelah berhari-hari bergelut dengan lumpur dan ketidakpastian.

Kedatangan bantuan disambut antusias oleh para pengungsi yang bertahan di pos pengungsian. Senyum dan ucapan terima kasih mengiringi pembagian makan siang, menjadi penanda bahwa solidaritas masih tumbuh kuat di tengah bencana.

Tri Setiati Rokhana, pengelola Dapur MBG Desa Penican, Kecamatan Kemangkon Purbalingga, mengatakan dapurnya menyalurkan 400 nasi bungkus ke wilayah terdampak.
Bantuan serupa juga datang dari dapur MBG lainnya di Purbalingga.

“Bantuan nasi bungkus ini kami harapkan bisa sedikit meringankan beban para pengungsi dan relawan yang sedang bekerja membersihkan lingkungan,” ujar Tri Setiati kepada Spektroom.

Bantuan siap disalurkan petugas posko penanggulangan Bencana didesa Sangkanayu Mrebet Purbalingga. (Foto : Biantoro)

Di Desa Sangkanayu, Kecamatan Mrebet, kekhawatiran masih menyelimuti warga. Khusnul, salah satu warga, mengaku hujan yang masih turun membuat mereka waswas akan datangnya banjir susulan.

“Seenak-enaknya tinggal di pengungsian, tetap lebih enak di rumah sendiri. Tapi kondisinya belum memungkinkan, jadi terpaksa bertahan sementara di sini,” ungkapnya lirih.

Kepala Desa Sangkanayu, Ali Nur Setiawan, membenarkan kondisi cuaca yang belum bersahabat. Sejak pagi, hujan masih turun dengan intensitas cukup tinggi, sehingga menghambat upaya normalisasi kondisi desanya.

“Tadi pagi bapak-bapak sudah mulai menengok rumah dan membersihkan lumpur sisa banjir bandang. Sementara ibu-ibu dan anak-anak tetap menunggu di pengungsian demi keselamatan,” kata Ali Nur Setiawan.

Anak-anak dan ibu-ibu menunggu orang tua dan suami mereka pulang dari rumah yang terdampak banjir Bandang. (Foto ,: Biantoro).

Hingga Selasa siang, jumlah pengungsi di Desa Sangkanayu masih sekitar 100 orang. Puluhan rumah warga masih dipenuhi lumpur setinggi 30 hingga 100 sentimeter, menyulitkan aktivitas dan memaksa warga menunda kepulangan.

Untuk mempercepat penanganan, sebuah alat berat telah dioperasikan guna membersihkan lumpur, terutama untuk membuka kembali akses jalan menuju permukiman yang terdampak banjir bandang.

Di tengah kondisi yang belum pulih sepenuhnya, bantuan dan kepedulian menjadi penguat bagi warga Purbalingga untuk bangkit bersama dari bencana.

Berita terkait

Camat Bungku Kabupaten Morowali  Meraih Gelar  Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Camat Bungku Kabupaten Morowali Meraih Gelar Doktor di Program Pascasarjana UMI Makassar

Spektroom - Kinerja aparatur sipil negara merupakan faktor kunci dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan dan kualitas pelayanan.publik.Ditengah tuntutan reformasi birokrasi,globalisasi dan digitalisasi layanan Aparatur sipil negara tidak hanya di tuntut bekerja secara administratif,namun juga harus mampu menunjuķkan kinerja yang produktif,adaptif dan berorientasi. Camat Bungku Kabupaten Morowali

Yahya Patta, Nurana Diah Dhayanti